Bandung (ANTARA News) - Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Golkar Enggartiasto Lukito mengusulkan Kompleks Markas Komando dan Barak Batalyon Zipur 3 Dayeuhkolot dipindahkan dan lahannya difungsikan untuk daerah tangkapan air atau waduk.
"Untuk jangka panjang Mako dan barak Yon Zipur 3 Baleendah harus dipindahkan karena lokasinya rawan banjir, lahan seluas delapan hektare itu nantinya bisa digunakan untuk pengendalian banjir di sana," katanya di Bandung, Jumat.
Usulan untuk memindahkan Mako dan barak Yon Zipur 3 Dayeuhkolot itu dugulirkan setelah peninjuan yang dilakukan oleh Tim Komisi I DPR ke barak TNI di sana yang hingga kini masih tergenang banjir.
Menurut Enggar, kawasan tersebut ke depannya akan tetap menjadi langganan banjir karena lokasinya berada di titik terendah dan hampir rata dengan bantaran Sungai Citarum.
Data dari Badan Pengelola Balai Besar Sungai Citarum menyebutkan ada penyusutan daerah areal genangan banjir dari semula 13.000 hektare. Namun demikian banjir tidak akan bisa dihilangkan dari 1000 hektare lahan di DAS Citarum, salah satunya di kawasan Dayeuhkolot.
"Dengan kondisi rawan banjir seperti itu, lokasi Mako dan barak prajurit di sana tidak cocok lagi dan harus dipindahkan. Kami akan mendorongnya ke Dephan untuk pemindahan itu," kata politisi asal Cirebon Jawa Barat itu.
Ia mengaku prihatin karena banjir luapan Citarum itu juga menimpa keluraga prajurit yang saat ini tengah bertugas dalam misi Konga XXXVII di Kongo.(S033/A024)
Editor: AA Ariwibowo
Site tempat berbagi aneka Berita dan Pengetahuan+Tutorial adobe photoshop
Kamis, Februari 09, 2012
Lahan Zipur Dayeuhkolot Diusulkan Jadi Waduk(antaranews.com)
Galery Berita Unik Dan Menarik
Galery Berita unik dan Menarik Updated at: 2/09/2012 04:03:00 PM
Selasa, Februari 07, 2012
Wisatawan Keluhkan Sampah di Bandung Selatan
SOREANG,(PRLM).- Sejumlah wisatawan mengeluhkan sampah yang berserakan maupun parkir kendaraaan yang kurang tertata di objek-objek wisata Bandung Selatan.
"Saya sudah berkeling ke Pangandaran, Ciamis, lalu hari ini ke Kawah Putih dan Situ Patengan di Bandung Selatan. Rata-rata sampah berserakan di mana-mana," kata wisatawan asal Riau, Imam Hambali, saat ditemui di dalam perahu Situ Patengan, Rancabali, Sabtu (11/9).
Lebih jauh Imam yang membawa keluarga besarnya sampai delapan orang mengatakan, pengelola objek wisata menyediakan beberapa tong sampah. "Saya rasa objek wisata sekelas Kawah Putih atau Situ Patengan seharusnya tiap 20 meter ada tempat sampah. Saya lihat di Situ Patengan hanya ada beberapa tempat sampah sehingga pengunjung membuang sampah sembarangan," ucapnya.
Selain itu, penataan parkir juga semrawut selain daya tampungnya yang terbatas. "Saat masuk lokasi wisata Situ Patengan susah parkir karena areal parkir terbatas," ujarnya.
Namun, secara umum Imam mengatakan penataan objek wisata di Bandung Selatan sudah cukup baik. "Dibandingkan dengan objek-objek wisata di daerah Sumatera lebih baik di sini," katanya.(A-71/A-26).***
Galery Berita Unik Dan Menarik
Galery Berita unik dan Menarik Updated at: 2/07/2012 07:08:00 PM
Langganan:
Postingan (Atom)
