Sabtu, Februari 16, 2013

Kaki Wanita Ini Terus Tumbuh Hingga Seberat 107 Kg


Mandy Sellars mengalami kondisi langka yang membuat kakinya terus tumbuh tanpa terkontrol. Bahkan sekarang berat kaki kanannya mencapai 107,9 kg dan membuatnya dijuluki "The Giant Leg Woman".

Kondisi Mandy ini pun disebut para dokter sebagai satu-satunya yang menderita kelainan Sindrom proteus di dunia. Sindrom proteus merupakan kondisi yang melibatkan pertumbuhan atipikal, kulit kepala tulang, dan berbagai gejala lainnya yang juga diderita laki-laki gajah. Namun warga Lancashire, Inggris, ini memiliki karakteristik unik yang membuat sindrom itu jadi kompleks.

Wanita berusia 38 tahun ini mengaku tertekan dengan kondisi tubuhnya tersebut. Ia terpaksa beraktivitas dengan memakai kursi roda didesain khusus. Mandy juga harus mengamputasi kaki kirinya karena diserang infeksi septicaemia namun tidak bisa memakai kaki palsu karena terus tumbuh juga.

Meski dengan kondisi serba terbatas namun Mandy menjalani aktivitas sehari-hari dengan normal. Ia tetap mandiri dengan tinggal sendiri mulai usia 19 tahun dan kuliah di jurusan psikologi. Dalam keadaannya yang sudah tidak bisa bekerja ini Mandy mengaku tetap masih semangat untuk sembuh.

"Jelas aku merasa sangat frustasi namun aku masih memiliki semangat untuk keluar dari semua ini. Aku masih punya obsesi untuk travelling," ungkap Mandy. "Aku yang pertama kali menderita ini, bahkan ini belum memiliki nama."

Sumber

Galery Berita Unik Dan Menarik
Galery Berita unik dan Menarik Updated at: 2/16/2013 09:20:00 PM

Tunawisma di Serbia 15 Tahun Tinggal Dalam Lubang Kubur


Kehilangan rumah membuat Bratislav Stojanovic tidak punya banyak pilihan tempat bernaung. Ia pun terpaksa tinggal di dalam komplek pemakaman tua berusia 100 tahun di kota Nis, Serbia. Bahkan pria ini harus menjadikan lubang kubur di sana sebagai tempat tinggal.

Bratislav tinggal di dalam liang lahat karena rumah miliknya terbakar. Kejadian yang bersamaan dengan pergolakan politik itu membuatnya harus kehilangan pekerjaan sehingga tidak bisa menyewa tempat tinggal. Ia akhirnya memilih tinggal di kuburan setelah berbulan-bulan terlunta-lunta di jalanan.

Pria berusia 43 tahun ini mengaku tinggal di komplek pemakaman membuatnya merasa lebih tenang dan tidak terganggu. Di dalam liang lahat itu kering dan hangat sehingga nyaman untuk ditempati. " Ini memang bukan rumah yang layak tapi jauh lebih nyaman daripada di pingggir jalan," ungkapnya.

"Aku awalnya takut, tapi akhirnya terbiasa tinggal di dalam kuburan. Sekarang aku lebih takut orang yang masih hidup daripada dengan orang yang sudah mati," lanjut Bratislav. "Orang mati itu ya tetap mati jadi aku tidak takut tidur di sini. Kelaparanlah yang membuatku ketakutan."

Bratislav menyadari mungkin ia sendiri tidak takut tapi bisa saja membuat orang lain ketakutan. "Setiap kali aku ingin keluar aku memastikan dulu tidak ada orang lewat, mereka bisa kena serangan jantung melihat ada orang keluar dari lubang kubur," imbuhnya.

Pihak pemakaman sendiri tidak keberatan Bratislav tinggal di sana selama tidak menganggu pengunjung makam. Mantan pekerja konstruksi ini sendiri sehari-hari hidup dengan mengais sampah makanan dan kadang diberi bantuan oleh penduduk sekitar. "Aku tidak pernah mencuri apapun, bahkan aku tidak merusak kuburan yang kutempati," ucap Bratislav.

Sumber

Galery Berita Unik Dan Menarik
Galery Berita unik dan Menarik Updated at: 2/16/2013 08:59:00 PM