Rabu, November 06, 2013

6 Foto Terbaru Pemantauan NASA Pada Gunung Merapi

Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) terus memantau perkembangan letusan Gunung Merapi. Foto terbaru NASA yang diambil melalui fasilitas Advanced Spaceborne Thermal Emission and Reflection Radiometer (ASTER) pada Satelit Terra diambil Senin 15 November 2010.

Letusan Merapi tampak dari kamera NASA
Foto didominasi warna merah tua ini menunjukkan bahaya aliran priroklastik Merapi. Longsoran berupa gas panas, debu, dan batuan membara meluncur dengan cepat. Bahkan mencapai kecepatan lebih dari 150 kilometer per jam. Aliran piroklastik ini biasanya mengikuti medan tertentu, namun bisa menyebar ke area yang lebih luas.

Letusan Merapi tampak dari kamera NASA

Gambar dari instrumen ASTER pada Satelit Terra NASA menunjukkan aliran piroklastik yang besar di sepanjang Sungau Gendol, di Selatan Merapi. Deposit lahar mengalir ke Sungai Gendol. Sementara di utara tempat latihan golf Merapi, fitur merah menggambarkan daerah terdampak aliran piroklastik yang menyebabkan kehancuran nyaris total. Sementara, wilayah abu-abu gelap, sebagian besar pohon tumbang dan tanah dilapisi abu dan batu.

Letusan Merapi tampak dari kamera NASA

Foto lain yang diambil NASA bertanggal 10 November 2010. Foto ini menggambarkan abu tebal yang ke luar dari arah Merapi di hari itu. Foto ini diambil melalui instrumen Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer (MODIS) di Satelit Terra. Pada 11 November 2010, NASA juga mengeluarkan peta konsentrasi sulfur (belerang) dioksida pada 4-8 November 2010. Ini adalah gas berwarna yang bisa membahayakan kesehatan manusia, sekaligus mendinginkan iklim di Bumi, juga memicu hujan asam.

Letusan Merapi tampak dari kamera NASA

Peta ini diambil oleh instrumen Ozone Monitoring Instrument (OMI) di Satelit Aura NASA. Pada tanggal 9 November 2010, Volcanic Ash Advisory Centre di Darwin, Australia, melaporkan ketinggian awan belerang dioksida di Samudera Hindia antara 12.000 dan 15.000 meter. Jika sebuah gunung berapi di dekat khatulistiwa menyuntikkan cukup banyak jumlah belerang dioksida ke stratosfer, reaksi kimia yang dihasilkan dapat membuat aerosol reflektif yang masih melekat selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun — bisa merefleksikan sinar matahari dan menurunkan iklim.


Sumber
Galery Berita Unik Dan Menarik
Galery Berita unik dan Menarik Updated at: 11/06/2013 02:25:00 AM

Sosok Manusia Dari Sudut Pandang Hewan


Tidak bisa dipungkiri bahwa seluruh makhluk hidup di muka bumi ini hidup berdampingan. Hanya saja, setelah menjadi rantai makanan teratas, manusia melupakan hewan sebagai makhluk hidup yang memiliki hak untuk hidup berdampingan juga.

Sekarang MBDC mau mengajak kamu untuk memutar sedikit lensa berpikir kamu tentang hewan. Hah? Gimana? Udah, baca aja dulu

Laba-laba

Kamu berpikir bahwa eksistensi sarang laba-laba adalah salah satu alat indikator kebersihan rumah kamu. Begitu ada sarang laba-laba di suatu sudut di rumah kamu, kamu merasa bahwa itu harus segera dibersihkan.

Eits, tunggu dulu. Emang salah kalau laba-laba mau bikin rumah di sudut langit-langit kamar kamu? Kenapa sih kamu sebagai manusia sombong banget, sebegitunya gak mau berbagi tempat sama laba-laba. Emang gimana perasaan kamu kalau ngontrak, tiba-tiba sang owner dateng dan ngusir kamu? Pake ngobrak-ngabrik perabotan kamu pula. Kesel kan? Yaudah, laba-laba juga berhak berpikir seperti itu.

Ikan

Kamu pernah marah dan kesel ketika ditipu dan akhirnya disakiti sama orang lain? Kamu pernah gak ngaca, sebagai manusia, itulah yang selalu kamu lakukan ketika memancing ikan.

Kamu pikir, gimana perasaan sang ikan ketika dia melihat ada umpan berupa makanan kesukaannya, dan ketika di makan, ternyata ia malah ditarik keluar dari zona nyamannya? Bahkan ia terancam mati atau dibunuh oleh sang penipu tersebut!

Kalau kamu? Paling ditipu 5000 perak sama tukang bakso kamu langsung marah-marah. Udah deh, sekarang kalau kamu ketipu, ambil positifnya aja… Seenggaknya kamu gak harus mati kehabisan nafas atau dijadiin makanan si penipu kan?

Nyamuk

Ini yang paling kasian menurut MBDC. Yang selama ini ia lakukan adalah mencari makan dengan resiko kehilangan nyawanya. Nyamuk itu ibarat manusia yang hidup di daerah konflik. Mau keluar rumah untuk cari makan aja resiko nya nyawa!

Tapi kita sebagai manusia malah dengan curangnya membasmi mereka dengan beragam obat pembasmi serangga.

Gimana perasaan kamu ketika perang sama tentara dari negara lawan, dan mereka menggunakan bom atom untuk penumpasan massal? Pasti kesel dan gondok banget kan? Sadar gak sih kalau kita itu kejam banget sama nyamuk? Bahkan… Sebagian orang menikmati memukuli nyamuk dengan raket listrik. Sama aja kayak tentara Nazi yang tega membakar orang Jewish hidup-hidup.

Tega banget sih kamu. Lain kali, coba dong hidup lebih berdampingan dengan hewan-hewan tersebut.

Udah ah, nanti jadi TLDR. Komen ya!
Sumber
Galery Berita Unik Dan Menarik
Galery Berita unik dan Menarik Updated at: 11/06/2013 02:17:00 AM