Tampilkan postingan dengan label Gunung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gunung. Tampilkan semua postingan

Jumat, Mei 22, 2015

Danau Toba simpan gudang magma dan siap meledak di masa datang


Menurut para peneliti, di beberapa titik di masa depan, semua bahan cair yang kini tersimpan di bawah Danau Toba bisa saja meledak
Brilio.net - Danau Toba yang menyimpan pesona alam menawan ternyata juga menyimpan lapisan magma yang berupa tumpukan sangat besar menyerupai pancake raksasa yang mematikan.

Dilansir brilio.net dari Livescience, lapisan magma yang tersimpan tujuh kilometer di bawah dasar danau toba sewaktu-waktu bisa meletus

Penemuan ini bisa sangat mengkhawatirkan. Maklum, menurut para peneliti, di beberapa titik di masa depan, semua cairan magma yang kini tersimpan di bawah Danau Toba bisa saja meledak keluar dari dalam tanah. Seperti diketahui, ledakan gunung toba sekitar 74.000 tahun silam adalah ledakan supervolcano terbesar dunia dimana gunung itu mengeluarkan isi magma hingga 2.800 kilometer kubik.

Para peneliti telah mengumpulkan data terkait Gunung Toba bagaimana gunung ini mempunyai mekanisme yang berbeda dalam mengumpulkan magma sebelum memuntahkannya dengan ledakan yang menakutkan.

"Saya rasa ini adalah ciri khas letusan dari gunung Toba ini. Model struktur geodinamika seperti yang dijelaskan oleh hasil penelitian kami memprediksi bahwa dibutuhkan jutaan tahun untuk mengumpulkan volume magma yang diperlukan," kata Christoph Sens - Schonfelder.

Pada dasarnya gelombang seismic akan melaju lebih cepat jika melintasi media padat berupa batuan dan melambat ketika melewati media cair berupa magma. Hasil penelitian menunjukkan adanya pelambatan gelombang yang mengindikasikan bahwa pada kerak bumi di bawah Danau Toba terdapat magma, yang tersekap dalam kantung magma.

Menurut analisis, yang dipimpin oleh Kairly Jaxybulatov dari Trofimuk Institut Petroleum Geologi dan Geofisika di Rusia , kumpulan magma terdapat di kedalaman tujuh kilometer hinggan 30 meter yang terbentang 10 hingga 20 kilometer di bawah Pulau Samosir.

Namun para ahli mengatakan bahwa temuan-temuannya tidak bisa membantu memprediksi kapan Gunung Toba melepaskan ledakan magma Supervolcanonya kembali.

“Strukturnya mungkin berbeda dari letusan lalu , penelitian kami hanya bercerita tentang satu fase dalam evolusi gunung paling mengerikan ini , dan kita tidak tahu di fase sekarang terkait prediksi ledakan Gunung Toba,” tutup Sens-Schonfelder
Sumber
Galery Berita Unik Dan Menarik
Galery Berita unik dan Menarik Updated at: 5/22/2015 07:25:00 AM

Selasa, Maret 25, 2014

Kelud Meletus "Fenomena aneh tampak di langit"

Zona Gosip Indonesia - Kelud Meletus "Fenomena aneh tampak di langit": Gunung Kelud Jawa timur meletus tadi malam. dampak terlihat dimana-mana bahkan hujan abu sampai ke jawa tengah. daerah caruban madiun juga sangat tebal hujan abunya.

Di kalangan pengguna BBM sangat ramai beradar foto-foto aneh yang sangat menyeram kan. ini ada beberapa foto yang bisa saya perlihatkan






Foto Di atas sangat menyeramkan. foto-foto tersebut beredar melalui pesan bbm. kalau diperhatikan anda akan melihat sosok kepala seperti kepala setan yang sangat menyeramkan
Sumber
Galery Berita Unik Dan Menarik
Galery Berita unik dan Menarik Updated at: 3/25/2014 02:00:00 PM

Sabtu, Februari 23, 2013

Gunung Krakatau, Ledakannya 30.000 Kali Bom Atom di Hiroshima

Krakatau adalah kepulauan vulkanik yang masih aktif dan berada di Selat Sunda antara pulau Jawa dan Sumatra. Nama ini pernah disematkan pada satu puncak gunung berapi di sana yang, karena letusan pada tanggal 26-27 Agustus 1883, kemudian sirna. Letusannya sangat dahsyat dan tsunami yang diakibatkannya menewaskan sekitar 36.000 jiwa. Sampai tanggal 26 Desember 2004, tsunami ini adalah yang terdahsyat di kawasan Samudera Hindia. Suara letusan itu terdengar sampai di Alice Springs, Australia dan Pulau Rodrigues dekat Afrika, 4.653 kilometer. Daya ledaknya diperkirakan mencapai 30.000 kali bom atom yang diledakkan di Hiroshima dan Nagasaki di akhir Perang Dunia II.



Letusan Krakatau menyebabkan perubahan iklim global. Dunia sempat gelap selama dua setengah hari akibat debu vulkanis yang menutupi atmosfer. Matahari bersinar redup sampai setahun berikutnya. Hamburan debu tampak di langit Norwegia hingga New York.



Ledakan Krakatau ini sebenarnya masih kalah dibandingkan dengan letusan Gunung Toba dan Gunung Tambora di Indonesia, Gunung Tanpo di Selandia Baru dan Gunung Katmal di Alaska. Namun gunung-gunung tersebut meletus jauh di masa populasi manusia masih sangat sedikit. Sementara ketika Gunung Krakatau meletus, populasi manusia sudah cukup padat, sains dan teknologi telah berkembang, telegraf sudah ditemukan, dan kabel bawah laut sudah dipasang. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa saat itu teknologi informasi sedang tumbuh dan berkembang pesat.



Tercatat bahwa letusan Gunung Krakatau adalah bencana besar pertama di dunia setelah penemuan telegraf bawah laut. Kemajuan tersebut, sayangnya belum diimbangi dengan kemajuan di bidang geologi. Para ahli geologi saat itu bahkan belum mampu memberikan penjelasan mengenai letusan tersebut.



Sumber

Galery Berita Unik Dan Menarik
Galery Berita unik dan Menarik Updated at: 2/23/2013 06:25:00 PM