Tampilkan postingan dengan label Jokowi/Joko Widodo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jokowi/Joko Widodo. Tampilkan semua postingan

Kamis, Mei 29, 2014

Biografi Jokowi - Ir. H. Joko Widodo


Ir. H. Joko Widodo yang lahir di Surakarta, 21 Juni 1961 lebih dikenal dengan nama julukan Jokowi adalah pengusaha mebel dan Beliau merupakan Walikota Surakarta (Solo) selama dua kali masa bakti 2005-2015. Dalam masa jabatannya, ia diwakili F.X. Hadi Rudyatmo sebagai wakil walikota. Ketika itu, dia dicalonkan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Tahun 2012 ini, Beliau bersama dengan Ir. Basuki Tjahaja Purnama, M.M. (Ahok) maju sebagai calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta.

Biodata Jokowi - Joko Widodo :

Nama Populer : Jokowi
Nama Lengkap : Ir. Joko Widodo
Lahir : Surakarta, 21 Juni 1961
Partai politik : PDI Perjuangan
Istri : Ny. Hj. Iriana Joko Widodo
Anak: Gibran Rakabumi Raka, Kahiyang Ayu, Kaesang Pangerap
Agama : Islam - Hobby : Penikmat musik rock
Riwayat Pendidikan :
- SDN 111 Tirtoyoso Solo, SMPN 1 Solo, SMAN 6 Solo
- Almamater : Fakultas Kehutanan UGM Yogyakarta lulusan 1985
Pekerjaan : Pengusaha, Eksportir Mebel, Walikota Solo 2005-2010 dan 2010-2015

Gubernur baru DKI Jakarta Joko Widodo memiliki kisah masa kecil yang unik. Jokowi kecil sempat merasakan pahitnya kehidupan saat rumahnya tergusur. Masa kecil Jokowi diwarnai canda dan tawa, dengan sesekali diselingi tangisan. Rumah petak sekaligus tempat usaha kayu ayahnya di daerah Cinderejo Lor, digusur dan dijadikan pusat jasa travel. Sang bunda menuturkan bahwa Jokowi kecil adalah sosok pendiam, namun pandai bergaul. Banyak yang mengenal Jokowi sebagai orang yang selalu mengalah, untuk menghindari pertengkaran. Sikap tersebut diwarisi Jokowi dari kedua orangtuanya yang selalu mengajarkan makna ikhlas dan bertanggung jawab.

Berbeda dengan anak-anak kebanyakan, Jokowi selalu berjalan kaki menuju sekolahnya, disaat yang lain memamerkan sepeda ontel terbaru. Menurut Jokowi kala itu, sekolah tidak terlalu jauh dari rumah, sehingga berjalan kaki pun tidak menjadi masalah. Bakti kepada orangtua ditunjukkan Jokowi tak hanya lewat sikap, namun juga sejumlah prestasi. Saat menjadi Walikota Solo hingga menjadi Gubernur DKI Jakarta, orang-orang yang mengenalnya tidak pernah menyangka perjalanan hidup Joko kecil. Sosok jokowi sangat dicintai rakyatnya. Dukungan warga Solo tak pupus, termasuk saat Jokowi maju menjadi Gubernur DKI Jakarta. Anak tukang kayu itu pun, kini menjadi orang nomor satu di DKI Jakarta.

Jokowi kecil adalah anak seorang "tukang kayu". Setelah Beliau lulus dari SMA, kemudian melanjutkan kuliah di Fakultas Kehutanan Universitas Gajah Mada . Setelah lulus kuliah tahun 1985, dirinya merantau ke Aceh dan bekerja di salah satu BUMN. Kemudian ia kembali ke Solo dan bekerja di Perusahaan yang bergerak di bidang perkayuan, CV. Roda Jati. Setelah merasa cukup, pada tahun 1998, dirinya berhenti bekerja di CV tersebut dan memulai berbisnis sendiri bermodal dari pengalaman yang pernah ia miliki. Dengan kerja keras, ketekunan dan keuletan, akhirnya Jokowi berhasil mengembangkan bisnisnya dan menjadi seorang eksportir mebel.

Jokowi meraih gelar insinyur dari Fakultas Kehutanan UGM pada tahun 1985. Ketika mencalonkan diri sebagai wali kota, banyak yang meragukan kemampuan pria yang berprofesi sebagai pedagang mebel rumah dan taman ini bahkan hingga saat ia terpilih. Pada tahun 2005, Pak Jokowi memutuskan untuk mencalonkan diri sebagai Walikota Solo dengan partai politik PDI Perjuangan sebagai kendaraan politiknya. Akhirnya Beliau pun terpilih menjadi Walikota Solo. Selama kepemimpinannya, Solo banyak mengalami kemajuan. Setahun setelah ia memimpin, banyak gebrakan progresif dilakukan olehnya. Ia banyak mengambil contoh pengembangan kota-kota di Eropa yang sering ia kunjungi dalam rangka perjalanan bisnisnya.

Di bawah kepemimpinannya, Solo mengalami perubahan yang pesat. Branding untuk kota Solo dilakukan dengan menyetujui slogan Kota Solo yaitu "Solo: The Spirit of Java". Langkah yang dilakukannya cukup progresif untuk ukuran kota-kota di Jawa: ia mampu merelokasi pedagang barang bekas di Taman Banjarsari hampir tanpa gejolak untuk merevitalisasi fungsi lahan hijau terbuka, memberi syarat pada investor untuk mau memikirkan kepentingan publik, melakukan komunikasi langsung rutin dan terbuka (disiarkan oleh televisi lokal) dengan masyarakat. Taman Balekambang, yang terlantar semenjak ditinggalkan oleh pengelolanya, dijadikannya taman. Jokowi juga tak segan menampik investor yang tidak setuju dengan prinsip kepemimpinannya.

Sebagai tindak lanjut branding ia mengajukan Surakarta untuk menjadi anggota Organisasi Kota-kota Warisan Dunia dan diterima pada tahun 2006. Langkahnya berlanjut dengan keberhasilan Surakarta menjadi tuan rumah Konferensi organisasi tersebut pada bulan Oktober 2008 ini. Pada tahun 2007 Surakarta juga telah menjadi tuan rumah Festival Musik Dunia (FMD) yang diadakan di kompleks Benteng Vastenburg yang terancam digusur untuk dijadikan pusat bisnis dan perbelanjaan. FMD pada tahun 2008 diselenggarakan di komplek Istana Mangkunegaran. Oleh Majalah Tempo, Joko Widodo terpilih menjadi salah satu dari "10 Tokoh 2008"

Sikap rendah hati Walikota solo ini tidaklah dibuat-buat. Bagi Masyarakat Solo, Jokowi adalah sosok pemimpin yang sangat peduli dengan kehidupan mereka. Di lorong pasar dan jalan-jalan di Kota Solo, Pak Jokowi sering sekali mengobrol dan mendengarkan keluh kesah rakyat tanpa jarak. Ada satu fakta yang sangat mengejutkan, Jokowi belum pernah mengambil gajinya selama menjabat sebagai seorang Walikota dan Mobil yang ia pakai sebagai mobil dinas saat ini hanyalah "warisan" mobil dinas pendahulunya yaitu Bapak Slamet Suryanto.

Pada pemilihan Walikota 2010-2015, Pak Jokowi berhasil meraih 90% suara dari total pemilih. Sungguh fantastis seorang pemimpin yang benar-benar dicintai masyarakatnya. Mobil Esemka, beliau lah salah satu orang yang berani memakai dan mempeloporinya. Jokowi-pun menyemangati murid-murid pembuat mobil Esemka saat mobil ini tak lulus uji emisi. Ia diminta oleh Jusuf Kalla untuk mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta pada Pilgub DKI tahun 2012 dan berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama. Ia mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta pada Pilgub DKI tahun 2012 dan berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama.

Hitung cepat yang dilakukan sejumlah lembaga survei pada hari pemilihan, 11 Juli 2012 dan sehari setelah itu mengunggulkan namanya sebagai pemenang. Pasangan ini diunggulkan memenangi pemilukada DKI 2012. Dalam pilkada putaran kedua hasil penghitungan cepat Lembaga Survei Indonesia menetapkan pasangan Jokowi-Ahok sebagai pemenang dengan 53,81%. Sementara rivalnya, Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli mendapat 46,19%. Apabila hasil ini tidak berubah hingga penetapan resmi KPUD DKI Jakarta, Jokowi dipastikan menjabat gubernur yang ke-17. Akhirnya pada 29 September 2012 KPUD DKI Jakarta menetapkan pasangan Jokowi-Ahok sebagai gubernur dan wakil gubernur DKI yang baru untuk masa bakti 2012-2017 menggantikan Fauzi Bowo-Prijanto.


"Orangnya ndeso kok luar biasa, bisa menang di Jakarta," ucap Sutarti, tetangga Jokowi.
Sumber
Galery Berita Unik Dan Menarik
Galery Berita unik dan Menarik Updated at: 5/29/2014 09:15:00 AM

Jumat, Maret 21, 2014

Fenomena Jokowi, Mengapa “Kejeblos” Dua Kali ?


HM Aru Syeif Assadullah
Pemimpin Redaksi Tabloid Suara Islam

Hari-hari ini –Agustus 2013– masyarakat bahkan bangsa Indonesia seluruhnya, digambarkan media massa bagai tak sabar segera mendudukkan Gubernur Jakarta, Joko Widodo sebagai presiden RI. Mengapa? Jokowi digambarkan diselimuti oleh kesempurnaan dalam segala hal dan siap mengubah NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia).

Jokowi setiap hari dipuja-puja tak henti-henti, dalam segala hal. Setelah menjabat Gubernur DKI setahun terakhir ini, kini Jakarta berhasil dibenahi secara total oleh Jokowi. Puja-puji ini niscaya “gombal-kumal”, alias omong kosong tak berdasar. Sejatinya ibukota Jakarta tidak berubah sedikit pun di tangan Jokowi. Jakarta tetap macet total, Jakarta malah lebih banjir, dibanding lima tahun sebelumnya, sehingga 17 Januari 2013 lalu, banjir menerjang Bunderan HI, Jalan, Thamrin dan Jalan Soedirman, bahkan banjir masuk ke Istana Negara sampai ke ruang rapat. Di tangan Jokowi Jakarta sebenarnya kondisinya lebih parah.

Tak ada yang bisa memungkiri popularitas bekas Wali Kota Solo ini karena media massa menempatkan Jokowi sebagai “media darling”. Segala apa saja kegiatan Jokowi di-blowup berlebihan, sehingga pers pun kehilangan obyektifitas yang seharusnya ia jaga. Muncullah pemberitaan berlebihan mengenai apa saja menyangkut Jokowi. Semua yang berasal dari Jokowi niscaya dipujinya bahkan secara berlebihan. Sebaliknya segala yang jelek dan kegagalan Jokowi malah ditutup-tutupi dengan sengaja untuk mempertahankan citra cemerlang seorang Jokowi.

Pers Indonesia, dipastikan melakukan kesalahan yang cukup fatal, dalam usahanya mengangkat nama Jokowi, dengan cara-cara yang jauh dari fair, dan obyektif. Barangkali pers tidak menyadari sikapnya ini, karena pers tertentu terseret pula oleh opini pers yang lain. Ada pula pers yang justru merancang skenario “keblinger” ini dengan tujuan ingin menguasai negeri ini dan mengubah dengan pola yang dikehendakinya.

Di balik fenomena pendukungan Jokowi menjadi presiden 2014, niscaya merupakan pertarungan politik yang amat serius. Harian terbesar di Indonesia Kompas, pun bagai menutup gong fenomena Jokowi ini dengan menggelar survey dan dimuat argumentasi kesimpulan tiga hari berturut-turut pada, 26,27 dan 28 Agustus 2013. Kompas menyimpulkan Jokowi niscaya presiden 2014 berpasangan dengan siapapun dia menjadi presiden.

Belakangan Jokowi dipuji karena melakukan penertiban PKL (Pedagang Kaki Lima) di Pasar Tanah Abang Jakarta Pusat. Golongan elit yang kini melintas di Tanah Abang dengan mengendarai mobilnya pun bisa tertawa lepas. Pujian kepada Jokowi pun dihamburkan kembali.

Namun bekas Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mengkritik, apa yang telah ditertibkan Jokowi, sudah pula ia lakukan bahkan berulangkali, namun PKL kembali seperti semula, dan pers saat itu tidak mewartakan apa yang dibuat gubernur Fauzi Bowo. Bahkan bekas gubernur DKI ini mengkritik penggunaan anggaran Pemda ala Jokowi bisa membuat Pemda bangkrut seperti terjadi pada pemerintah kota Detroit di Amerika Serikat.

Jokowi tentu saja membantah Pemda DKI bisa mengalami kebangkrutan. Namun belum ada yang mengkritik dan pers memuatnya tentang penertiban Jokowi terhadap PKL di kota Solo, sewaktu ia menjabat sebagai walikota Solo. PKL di Solo yang berdagang di sekitar Pasar Banjarsari, oleh Jokowi dipindahkan ke kios-kios baru di Pasar Ngarsopuro Semanggi. Apa yang terjadi sekarang ? Para PKL ternyata berangsur-angsur kembali ke tempat semula. Kios yang diberikan gratis dulu dijual kepada orang lain. PKL atau sektor informal kini pun dihardik dan diusir Jokowi di ibu kota, padahal ketika ekonomi nasional bangkrut pada 1997-1998, sektor informal inilah yang telah menyelamatkan negeri ini dari kebangkrutan. Sektor informal inilah yang pelan-pelan telah menggerakkan mesin ekonomi yang lumpuh total pada 1998 lalu. Kehancuran ekonomi di akhir pemerintahan SBY saat ini seharusnya juga bisa malah memanfaatkan peranan sektor informal, bukan malah menghardik dan mengusirnya.

Ada lagi prakarsa Jokowi yang sangat menghebohkan–dan karena kehebohan ini–yang membuat Jokowi mulai dikenal di seluruh Indonesia. Kehebohan itu ketika Jokowi tiba-tiba memamerkan mobil rakyat buatan murid-murid SMK di Solo. Digembar-gemborkan seolah-olah akan diproduksi mobil rakyat itu dengan harga sangat murah, namun mobilnya sangat berkualitas bahkan mewah. Publikasi pun meluas dan melambungkan nama Jokowi. Apalagi ketika Jokowi meluncurkan ujicoba mobilnya dari Solo ke Jakarta. Seluruh pers nasional jenis apapun mengelu-elukan. Tapi yang terjadi kemudian adalah peristiwa yang memalukan, kartena mobil SMK yang dibangga-banggakan Jokowi ini tidak lulus alias dianggap tidak layak untuk diproduksi. Lalu dilakukan uji coba yang kedua setelah dilakukan perbaikan sesuai rekomendasi, namun hasilnya sama saja, tidak layak diproduksi.

Akhir Agustus 2013 ini LIPI di Taman Mini malah memamerkan mobil-mobil karya anak-anak Indonesia yang jauh lebih bagus, namun tidak ada yang meliput dan mem-blowupnya. Apakah semua orang yang kini mengelu-elukan Jokowi khususnya pers nasional mengingat kembali peristiwa ujicoba mobil SMK Solo kebanggaan Jokowi yang gagal total itu? Bagaimana kabarnya mobil SMK itu? Peristiwa blow up mobil SMK Jokowi Solo ini, hakikatnya proyek pencitraan Jokowi untuk mendongkraknya menjadi tokoh nasional.

Mengapa Terus Tertipu Proyek Pencitraan?

Proyek pencitraan Jokowi ternyata dibeli rakyat Indonesia, bahkan secara berebut membelinya, takut tidak kebagian, takut kehabisan. Beberapa tahun terakhir ini tuduhan tokoh yang lahir dengan rekayasa pencitraan diarahkan kepada presiden SBY. Berpuluh-puluh prakarsa pencitraan yang dilakukan SBY dengan kelompok politiknya, selalu dibongkar masyarakat, namun prakarsa pencitraan berikutnya dibuat kembali oleh SBY, dan rakyat–anehnya dan gilanya– “membeli” pencitraan seperti itu, yang hakikatnya hanyalah kosong melompong isi dan nilai, bahkan cenderung sebagai tipu-daya yang merugikan bangsa dan negara.

Citra yang dibangun SBY pertama kali adalah meminta simpati rakyat Indonesia sebagai tokoh yang ditindas dan dizalimi oleh penguasa Megawati. Citra sebagai tokoh yang diperlakukan tidak adil bahkan ditindas ini telah melambungkan popularitas nama SBY hingga terpilih menjadi presiden, menggusur Megawati. Sejak saat itu SBY selalu mengedepankan pencitraan dirinya dan rakyat Indonesia selalu “membeli” citra yang hakikatnya omong-kosong itu. SBY mencitrakan diri sebagai presiden yang secara kongkrit memperhatikan nasib rakyat kecil sampai ke urusan dapur. Maka program, semacam BLSM, dan penaikan gaji guru serta PNS (Pegawai Negeri Sipil) pun menjadi prioritas, dan gaji PNS pun setiap tahun selalu dinaikkan bahkan dengan program remunerasi dengan kenaikan berlipat-lipat kali.

Tapi pakar ekonomi independen mengkritik kebijakan penaikan gaji sekadar menaikan citra diri presiden SBY ini. Akibat kenaikan ini–misalnya remunerasi di Kementerian Keuangan, menyebabkan hutang negara bertambah Rp 70 Trilyun–hanya menyebabkan inflasi, dan seterusnya. Yang aneh dan “gila” ketika citra gombal pun sudah terbongkar kebohongannya, misalnya gembar-gembor hendak memberantas korupsi, tapi belakangan justru anak buah presiden sendiri yang mempelopori korupsi dalam berbagai megaskandal yang sangat mengerikan, tapi ketika proyek pencitraan lain digelar, rakyat tetap membelinya.

Adalah tokoh antagonis Partai Demokrat, Ruhut Sitompul berkomentar mengenai fenomena Jokowi yang gencar diusung ramai-ramai dan dianggap layak naik menjadi presiden 2014, Ruhut pun berkomentar yang jujur dan berkata : “Bahwa tokoh yang lahir dari pencitraan seperti itu-Jokowi- pasti akan menghasilkan presiden yang buruk dan tidak menguntungkan rakyat Indonesia.”

Yang dikatakan Ruhut, itulah yang telah terjadi pada Presiden SBY. Di akhir kekuasaannya saat ini ekonomi mengalami ‘gonjang-ganjing’ yang disebut-sebut oleh ekonom independen indikasinya jauh lebih berbahaya dibandingkan menjelang terjadinya krisis moneter 1997-1998. Cadangan devisa Negara merosot dari 123 milyar dolar AS kini tinggal 90 milyar dolar, hutang jatuh tempo tahun ini bernilai puluhan milyar dollar AS, hutang negara mencapai Rp 2.300 Trilyun. Nilai rupiah terus merosot melewati Rp 11.000/dollar AS. Dan fatalnya pemerintahan SBY ini, tak mampu menjaga hajat rakyat yang paling dasar saja. Sudah setengah tahun terakhir ini harga bawang merah dan cabe rawit tidak mampu dinormalisir. Harga bawang merah dan cabe rawit melonjak naik berkisar antara Rp 50.000-60.000/kg. Harga normal tujuh bulan sebelumnya hanya Rp 12.000/kg. Bagai NKRI ini sebuah negeri gurun atau berlokasi di Benua Alaska dan Kutub yang tak bisa ditanami cabe dan bawang. Karena kejengkelan yang memuncak terhadap kasus bawang dan cabe ini yang tak mampu diturunkan harganya oleh pemerintah SBY, maka muncul komentar sarkastis, ”Rakyat Indonesia ke depan mutlak membutuhkan seorang presiden yang mampu menjaga harga, cabe, bawang, kedelai, dan daging sapi. Kemampuan yang lain, hanya syarat menjadi presiden nomor 27,” katanya sinis

Jokowi idem ditto belaka dengan SBY, hanya bermodalkan dan diberi modal pencitraan semu dirinya. Dengan modal pencitraan ini rakyat Indonesia hanya dinina-bobokkan oleh mimpi-mimpi. Dua periode pemerintahan SBY hakikatnya pemerintah berjalan di tempat, stagnan.

Rakyat ibukota saja yang mutlak penduduk Muslim kini agak terkaget-kaget, walau belum “nyadar” sepenuhnya ketika tiba-tiba Jokowi seenaknya saja mengangkat Lurah Lenteng Agung Susan Yasmine Zulkifli yang beragama Nasrani. Rakyat Lenteng Agung pun protes, namun dijelaskan Susan layak naik menjadi lurah karena sudah lolos dari lelang jabatan sebelumnya. Bagai orang linglung, ustadz dan guru ngaji di Lenteng berucap, “Oo itu gunanya lelang jabatan lurah, untuk menaikkan seorang Nasrani memimpin orang Islam di Lenteng Agung yang jumlahnya mayoritas mutlak!”.

Baru sadar rupanya, penduduk ibukota saat Pilkada DKI yang lalu hanya terseret arus fenomena Jokowi dan rame-rame memilih Jokowi. Mereka baru sadar pula terpilihnya Wakil Gubernur DKI, Ahok yang Kristen itu membawa konsekuensi, dia kini bebas menggelar Misa di Balaikota yang tak pernah ada sejak walikota pertama Jakarta Syamsurizal, hingga gubernur Bang Ali dan seterusnya. Bahkan kini sudah terbayang jika Jokowi tak terbendung lagi terpilih sebagai presiden pada 2014, niscaya Ahok akan naik menjadi gubernur DKI Jakarta.

Mampukah Jokowi menjawab pertanyaan mengapa di daerah-daerah Kristen seperti di NTT jangankan lurah, bupati dan gubernur saja tidak mungkin ada yang beragama Islam. Mengapa orang Islam tidak boleh menjadi lurah di NTT juga di Bali? Kenapa Jokowi menjelang Lebaran yang lalu melarang umat Islam takbir keliling di ibukota, dan menghapuskan event tahunan Takbir Akbar di Monas? Sebaliknya dalam kerangka Natal dan Tahun Baru yang lalu Jokowi menggelar pesta besar-besaran di sepanjang Jalan Soedirman, Jalan Thamrin hingga Monas. Dan tak lebih 20 hari kemudian di lokasi pesta besar-besaran itu “dihajar” banjir besar, yang ikut merendam mobil super mewah dan membawa korban jiwa karena ikut terendam basemen gedung bertingkat.

Setelah “kejeblos” lubang pencitraan SBY yang telah membawa rakyat Indonesia hampir sepuluh tahun ini dalam kesia-siaan dan kemandegan, apakah rakyat Indonesia ingin masuk kembali ke lubang pencitraan Jokowi dan kembali sepuluh tahun ke depan menekuni kesia-siaan baru yang pasti kali ini akan menghancurkan daya tahan rakyat Indonesia menjadi lumat dibuatnya. Mengapa “kejeblos” dua kali ? Naudzubillah min dzalik!
Sumber
Galery Berita Unik Dan Menarik
Galery Berita unik dan Menarik Updated at: 3/21/2014 02:10:00 PM

Jumat, Maret 22, 2013

Jokowi Siap Jadi Cawapres Dengan Syarat ini


Jokowi Siap Jadi Cawapres Dengan Syarat Ini - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo memiliki prosentase paling tinggi dalam bursa pencalonan wakil presiden versi LSI. Salah satu sebabnya adalah karena Jokowi sebagai media darling atau tokoh yang disukai media, dan berhasil menjawab keinginan masyarakat dan menjadi suatu fenomena. Tindak tanduk dan ucapan Jokowi selalu menjadi magnet bagi masyarakat.

Lalu kenapa Jokowi malah unggul di bursa pencalonan Wapres?

Pertama, karena partai pengusung Jokowi, PDI Perjuangan diperkirakan masih akan mengajukan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri sebagai calon presiden. Sulit membayangkan Jokowi mendapatkan restu dari internal PDI Perjuangan, jadi kecil kemungkinan Jokowi nyapres lewat PDIP.

Kedua, karena faktor oligarki pada kebanyakan partai, dimana pengendali partai atau ketua umumnya belum bisa melepaskan diri dari pencalonan presiden 2014. figur Jokowi yang telanjur populer diharapkan mampu menarik perhatian rakyat untuk memilih Capres untuk menggandengnya sebagai pendamping.

Ketiga, Jokowi mau jadi Cawapres kalau maharnya dibayar lunas, apakah itu?? mau tauuu..? beneran mau tauuuu....? kalau soal ini hanya Jokowi yang bisa menjawab. Dalam dunia politik apa yang kelihatannya tidak mungkin bisa saja terjadi , bisa aja kan di last minute Jokowi meng-iya-kan tawaran dari Capres 2014...

Jokowi itu sebenarnya komitmen sama janjinya untuk merubah Jakarta menjadi lebih baik(dari sebelumnya). Permasalahan yang melilit Ibukota masih terlampau banyak, dan Jokowi tidak mau dicap ingkar janji para warga Jakarta. Kecuali, bila pada akhir 2013 ini kota Jakarta sudah bebas macet, bebas korupsi, lapangan kerja tersedia, sudah tidak banjir, moda transportasi lancar, angka kriminalitas anjlok drastis dll, baru Jokowi mau dicalonkan sebagai Wapres.

Kalau Jakarta sudah beneran 'sembuh', jangankan Wapres, gak usah disuruh juga nyalon Presiden tuh pak Jokowi...Yakin deh kepilih.
Sumber

Galery Berita Unik Dan Menarik
Galery Berita unik dan Menarik Updated at: 3/22/2013 01:52:00 PM

Selasa, Maret 19, 2013

LSI:Jokowi Paling Potensial Jadi Cawapres


Joko Widodo
Jakarta - Lingkaran Survei Indonesia (LSI) melakukan survei seputar kandidat capres paling potensial. Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi) menyodok ke posisi teratas menjadi kandidat cawapres paling potensial.

Survei dilakukan LSI pada 1-8 Maret 2013. Survei dilakukan dengan metode multistage random sampling dengan wawancara tatap muka dengan 1.200 orang responden. Margin of error 2,9 persen.

Jokowi dipilih 35,2 persen responden sebagai cawapres paling potensial. Jokowi mengungguli nama-nama tenar seperti Jusuf Kalla, Hatta Rajasa, bahkan Mahfud MD yang baru purnatugas sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi (MK).

"Memang beliau (Jokowi) yang paling populer baik publikasi maupun elektabilitasnya," kata peneliti LSI, Adjie Alfaraby, dalam konferensi pers hasil temuan dan analisis survei nasional oleh LSI, di kantor LSI, Gedung Graha Dua Rajawali, Jalan Pemuda No. 70, Rawamangun, Jakarta, Minggu (17/3/2013).

Menyangkut survei terhadap kandidat cawapres, LSI memberikan pertanyaan "seandainya Pilpres digelar hari ini, dari nama yang maju sebagai cawapres siapa yang ibu/bapak pilih?". LSI memberikan nama-nama cawapres yang mengemuka.

Berikut kandidat cawapres paling potensial versi survei LSI, jika Pilpres digelar hari ini:

1. Joko Widodo: 35,2 persen
2. Jusuf Kalla: 21,2 persen
3. Hatta Rajasa: 17,1 persen
4. Mahfud MD: 15,1 persen
5. Suryadharma Ali: 2,9 persen
6. Muhaimin Iskandar: 2,2 persen
7. Anis Matta: 1,9 persen
8. Nama lain (Chairul Tanjung, Gita Wirjawan): 2,1 persen
Belum memutuskan: 2,3 persen
Sumber

Galery Berita Unik Dan Menarik
Galery Berita unik dan Menarik Updated at: 3/19/2013 07:03:00 AM

Minggu, Maret 17, 2013

Nama Jokowi Terkenal di Tiga Negara Ini


Siapa yang tidak kenal Nama Jokowi saat ini Gubernur baru Jakarta ini ternyata tidak hanya terkenal di Indonesia saja nama Jokowi ternyata juag terkenal di 3 Negara ini.
Nama Jokowi ternyata juga sering di sebut sebut di mendia internasional salah satunya bbc pernah menulis tentang Jokowi yang menyebutkan jika Jokwoi adalah obanya Jakartya ketika itu Jakarta sedang dilanda banjir nah berikut ini ada beberapa media besar luar negri yang pernah membahasa dan memberitakan Jokowi mau tahu apa aja itu simak berikut ini.

1. BBC: “Jakarta’s Obama”
Pada 23 Januari 2013, media pemerintahan Inggris, BBC menulis berita dengan judul “Jakarta’s Obama.” Berita tersebut menjadi topik utama saat itu. BBC menyoroti musibah banjir yang menjadi ujian pertama sekaligus tersulit untuk Jokowi ketika menjabat sebagai Gubernur DKI. Sikap Jokowi yang tanggap darurat tak ragu turun langsung mendatangi dan memberikan bantuan langsung kepada warganya.
Dalam tulisan itu, BBC kerap menyandingkan Jokowi dengan presiden Amerika Serikat Barack Obama. Postur tubuh mereka mirip, yang tinggi dan kurus. Tapi juga kemampuan mereka berempati dengan orang kebanyakan.
BBC sempat bertanya langsung pada pria bernama lengkap Joko Widodo itu soal kemiripannya dengan Obama. “Saya bukan Obama, saya hanya orang biasa,” kata Jokowi.

2. The Australian: “Jakarta’s Governor could be Indonesia’s Obama”
Seorang kolumnis warga The Australian bernama Greg Sheriden membuat tulisan berjudul “Jakarta’s Governor could be Indonesia’s Obama.” Dalam tulisannnya tersebut Greg memuat penjelasan tentang sosok Jokowi. Tulisan itu baru ditulis pada 14 Maret 2013.
Greg juga menyebutkan keberadaan Jokowi sangat berpengaruh dalam dunia perpolitikan Indonesia menjelang Pemilu 2014. “Kemenangan Jokowi hingga menjadi gubernur sangat berpengaruh terhadap dunia perpolitikan Indonesia di luar generasi Soeharto.”

3. The Malay Mail: “Wanted Badly: A Malaysian Jokowi”
Seorang penulis asal Malaysia bernama Syed Nadzri Syed Harun dalam tulisannya yang berjudul “Wanted Badly: A Malaysian Jokowi.” Tulisan yang ditulis pada 19 Februari 2013 itu, menyebutkan Malaysia saat ini sedang membutuhkan sosok pemimpin seperti Jokowi. Hal ini ia tulis berkaitan dengan kondisi perpolitikan di Malaysia yang semakin memburuk menjelang pemilu Malaysia pada April mendatang.
Inilah kutipan tulisan yang ditulis Syed Nadzri, “Kita membutuhkan seseorang seperti Jokowi sini. Dan dia telah memberi bukti yang sangat jelas. Dia tidak ingin menjadi presiden. Hanya ingin melakukan pekerjaan yang jujur.”
Sumber

Galery Berita Unik Dan Menarik
Galery Berita unik dan Menarik Updated at: 3/17/2013 06:54:00 AM

Kamis, Januari 10, 2013

Jokowi Raih Posisi Ketiga Walikota Terbaik Dunia


The City Mayors Foundation akhirnya mengumumkan daftar walikota terbaik sedunia. Ada 10 nama yang mendapat anugerah dari yayasan tersebut termasuk Jokowi atas perannya saat menjadi walikota Surakarta. Namun Jokowi harus puas berada di posisi ketiga.

Jokowi terpilih karena reputasinya mengubah citra kota Solo menjadi pusat budaya yang mulai mendapat perhatian internasional. Ia juga sukses mengkampanyekan bebas korupsi sehingga membuatnya mendapatkan reputasi sebagai politisi jujur. Sikap Jokowi yang menolak mengambil gaji selama menjabat walikota juga mendapatkan perhatian.

Mengenai kemenangannya ini Jokowi sendiri merasa biasa saja. Ia mengaku bekerja tanpa memikirkan soal apresiasi dan hanya menjalankan kepercayaan masyarakat. Meski begitu Jokowi tetap merasa berterima kasih atas penghargaan ini.

"Penghargaan apapun itu, tidak pernah saya pikirkan, yang penting saya bekerja sebaik-baiknya untuk masyarakat," ucap Jokowi saat ditemui di sela-sela rapat pimpinan di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (8/1). "Saya tidak pernah bekerja untuk mendapatkan penghargaan. Kepuasan masyarakat itu lebih penting bagi saya. Tapi, saya tetap berterima kasih atas penghargaan ini."

Namun Jokowi masih kalah posisi dengan Walikota Bilbao, Spanyol, yang dianggap telah berhasil mengubah Bilbao dari kota industri menjadi pariwisata. Kebijakan radikal Inaki membuat jumlah pengunjung tahunan museum melonjak dari 100 ribu menjadi 700 ribu orang. Sementara itu, Lisa Scaffidi meraih peringkat kedua karena keberhasilannya membuat Perth dikenal sebagai pembuat roti dan susu yang berkualitas dunia.

World Mayor Project ini diorganisasi sejak 2004 oleh Yayasan Wali Kota Sedunia untuk membahas masalah perkotaan. Daftar nama ini diambil menyusul pencalonan dan pemungutan suara dalam pemilihan World Mayor Project 2012 yang berlangsung selama 9 bulan.

Berikut ini daftar 10 besar walikota terbaik dunia:


  1. Inaki Azkuna, Bilbao, Spanyol
  2. Lisa Scaffidi, Perth, Australia
  3. Joko Widodo, Surakarta, Indonesia
  4. Regis Labeaume, Quebec City, Kanada
  5. John F Cook, El Paso, Amerika Serikat
  6. Park Wan-su, Changwon City, Korea Selatan
  7. Len Brown, Auckland, Selandia Baru
  8. Edgardo Pamintuan, Angeles City, Filipina
  9. Mouhib Khatir, Zeralda, Aljazair
  10. Alfonso Sanchez Garza, Matamoros, Meksiko

Sumber


Galery Berita Unik Dan Menarik
Galery Berita unik dan Menarik Updated at: 1/10/2013 10:46:00 PM

Minggu, Desember 30, 2012

Jokowi-Ahok, Selebriti Politik 2012


SOSOKNYA ringkih mirip Panglima Besar Soedirman. Penampilannya juga bersahaja—acap kali norak—jauh dari kesan perlente khas birokrat dan “raja” daerah. Dialah Joko Widodo atau akrab di telinga masyarakat sebagai Jokowi.

Mantan Wali Kota Solo itu menjadi selebriti dadakan. Namanya beken melebihi artis papan atas sejak didapuk PDI Perjuangan untuk maju sebagai calon gubernur Ibu Kota bersama politikus Golkar yang berpindah ke Partai Gerindra, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

19 Maret 2012 keduanya resmi didaftarkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta periode 2012–2017. Janji-janji perubahan pun berkumandang. Tertuang lengkap dalam konsep ‘Jakarta Baru’.

Merevitalisasi permukiman kumuh dan membangun superblok untuk masyarakat kelas menengah ke bawah (solusi kependudukan), membangun folder untuk menangkap dan menampung air hujan (penanganan banjir), dan mengganti sebagian besar Bus TranJakarta menjadi Railbus sehingga kapasitas mengangkut penumpang jauh lebih besar (untuk mengurangi kemacetan). Demikian program pokok keduanya dalam mengurai benang kusut Jakarta.

11 Juli kemudian, janji-janji ini diuji dalam pesta demokrasi Ibu Kota. Hasilnya, publik berharap banyak pada pasangan Jokowi-Ahok, sebagian lagi masih setia pada calon petahanan Fauzi Bowo (Foke)-Nachrowi Ramli. Jokowi dijagokan oleh 42,60 persen pemilih atau sejumlah 1.847.157 warga, sementara Foke hanya dapat mengumpulkan 1.476.648 suara atau sebesar 34,05 persen pemilih.

Dua pasangan ini maju ke putaran kedua pada 20 September 2012. Lagi-lagi Jokowi-Ahok unggul. Jokowi meraup 53 lebih persen suara. Foke tumbang dengan hanya memperoleh 46 persen lebih suara. “Ini kemenangan rakyat,” ujar Gubernur jangkung ini saat hadir dalam pesta rakyat usai pelantikan dirinya bersama Ahok, di depan Balai Kota DKI Jakarta, pertengahan Oktober lalu.

Pesta yang dihadiri ribuan warga, didominasi pedagang kaki lima dan kaum buruh. Mereka tumpah ruah larut dalam kegembiraan memiliki gubernur dan wakil gubernur baru yang diharapkan akan pro rakyat.

Tak mau menyia-nyiakan kepercayaan, seusai dilantik Jokowi langsung meluncur ke sejumlah kampung kumuh. Rutinitas itu pun berulang dilakukan pada hari-hari berikutnya. Dia meninjau kali Ciliwung, kemacetan, banjir, rumah sakit, hingga sekolah. Sedangkan wakilnya, jaga kandang menata birokrasi. Rapat dengan kepala-kepala dinas dan satuan kerja pemerintah daerah (SKPD) serta mewakili Pemprov DKI menjalin kemitraan dengan pihak lain, baik pemerintah maupun swasta.

Jelang 100 Hari Jokowi-Ahok

Dua bulan lebih “Dwi Tunggal” ini bekerja. Cibiran dan kritikan mulai datang. Konon macet masih saja terjadi, bahkan kian parah. Banjir juga demikian. Sejumlah elemen warga?meski dalam skala kecil?merasa tidak puas dengan kebijakan keduanya. Beberapa kali warga di wilayah tertentu berdemo memprotes penggusuran dan kebijakan penataan yang menurut mereka merugikan.

Terlepas dari pro dan kontra soal tudingan lambannya realisasi program-program yang telah dicanangkan, beberapa pakar menganggap Jokowi-Ahok telah bekerja, meski belum maksimal.

Di sisi lain, masyarakat boleh jadi berharap terlalu banyak kepada Jokowi-Ahok bisa menyelesaikan persoalan Jakarta secara “bim salabim”. Mereka terlampau kagum dan terhipnotis dengan perubahan dalam jargon ‘Jakarta Baru’ yang sejatinya hanya harapan baru tercapainya Jakarta yang lohjinawi.

Setidaknya?mengulang komentar para pakar?Jokowi telah bekerja, menepati satu demi satu janji kampanyenya. Kartu Jakarta Sehat misalnya. Telah dinikmati ribuan warga menengah ke bawah ibu kota. Meskipun masih menyisakan aneka persoalan di lapangan, seperti antrean yang kurang manusiawi di loket farmasi rumah sakit. Belum lagi membengkaknya utang Pemprov DKI ke rumah sakit.

Program lainnya, Kartu Jakarta Pintar (tahap pertama) juga telah sampai langsung ke tangan siswa SMA/SMK. Kendati, lagi-lagi banyak perdebatan soal bagaimana mengontrol penggunaan tabungan dalam KJS tersebut. Namun, setidaknya dana miliaran ini tidak lagi masuk program Biaya Operasional Sekolah (BOS) yang rawan diselewengkan.

Alhasil, tidak adil kiranya bila Jokowi ditempatkan sebagai Dewa yang bisa menyulap Jakarta dalam sekejap. Ini lantaran silang sengkarutnya persoalan ibu kota. Jakarta berpenduduk 9 juta lebih, terdiri dari gelandangan, pedagang keliling, guru, pegawai negeri dan kantoran, pengusaha, menteri, hingga Presiden. Jakarta juga minim area hijau dan tempat bermain anak-anak. Permukiman berdempetan, drainase buruk, tidak ada resapan air hujan, macet karena masyarakat berlomba-lomba memenuhi jalan dengan kendaraan, dan banyak masalah lainnya.

Karenanya tidak heran warga Jakarta sangat rentan gesekan. Dalam berbagai kesempatan selalu saja terjadi tawuran warga atau maling yang ditangkap lalu dihakimi hingga sekarat.

Butuh konsep yang jelas dan matang untuk segera merealisasikan program ideal ‘Jakarta Baru’-nya Jokowi. Di samping, tentu saja membawa serta warga Jakarta sebagai subjek, bukan hanya objek. Masyarakat Jakarta harus diajak menyelami rumitnya persoalan ibu kota sekaligus diminta urun rembugnya dalam menjaga kesinambungan pembangunan.

Konsep ini juga perlu disampaikan secara gamblang dan tidak sepotong-sepotong, untuk kemudian disesuaikan dengan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) DKI Jakarta hingga 2030 mendatang. Kita tunggu saja realisasi dari program-program berikutnya. Selamat Bekerja Pak Jokowi!

Sumber:http://kaleidoskop.okezone.com/read/2012/12/26/349/737119/jokowi-ahok-selebriti-politik-2012
Galery Berita Unik Dan Menarik
Galery Berita unik dan Menarik Updated at: 12/30/2012 12:40:00 PM

Jokowi & 4 Jawaban Bukan Dewa


Entah disadari atau tidak, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) terkadang melontarkan jawaban yang sama untuk solusi banjir dan macet di Ibukota. Bagi dia, problem rumit di Jakarta tidak bisa diatasi secepat kilat.

Setiap blusukan, Jokowi dicecar tentang solusi berbagai masalah warga Jakarta seperti banjir, macet, hingga gunung sampah. Persoalan yang sama kadang kala ditujukan untuk Jokowi.

Suami Iriana ini pun berulang kali menegaskan dibutuhkan proses untuk menanggulangi permasalahan yang telah menahun tersebut.

Ayah tiga anak ini bekerja keras melakukan berbagai terobosan baru demi mengubah wajah Ibukota.

Jokowi juga manusia biasa dengan segala keterbatasannya. Sarjana Kehutanan UGM ini menegaskan dirinya bukan dewa, superman, atau pun pesulap yang bisa mengatasi masalah Jakarta dengan mudah bagai membalikkan telapak tangan.

Berikut 4 jawaban serupa yang dilontarkan Jokowi:

1. Bukan Pesulap

Simsalabim! Jokowi menegaskan bukan seorang pesulap yang bisa membuat banjir di Jakarta hilang seketika. Penanganan banjir membutuhkan proses dan terobosan jitu.

Jokowi berupaya merealisasikan berbagai solusi mengantisipasi banjir. Salah satunya dengan cara akan membuat 10 ribu sumur resapan.

"Kita ajukan kurang lebih 10 ribu sumur resapan. Kalau tidak dikerjakan juga, kualitas air tanah menjadi semakin tidak baik. Ya itu urusan Wali Kota perbaikan drainase. Semua ingin kita gerakkan," kata Jokowi usai menyambangi rumah korban banjir yang tewas, M Soleh, di RT 10 RW 01, Kelurahan Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (25/12/2012).

Menurut dia, berbagai solusi banjir bakal ditempuh seperti normalisasi sungai dan kali.

"Tahun depan masuk ke Angke, Sunter, mengurangi 12 titik banjir, tahun depan masuk ke sungai lain. Dari 70 titik banjir, terkurangi 12 titik. Progresnya harus ada. Saya bukan dewa, bukan sulap yang bisa langsung balikkan tangan," papar dia.

Selain itu solusi jangka pendek, kata Jokowi, antara lain evakuasi warga, bantuan-bantuan ke lapangan yang harus direspons cepat, persiapan di dapur umum.

"Nanti tahun depan APBD diketok langsung untuk selokan, kali-kali kecil kita juga akan sertakan. Kita minta bantuan ke Polda, Kopassus, Marinir, semuanya," kata pria berusia 51 tahun ini.

2. Dewa Belum Tentu Bisa
Jokowi meminta masyarakat Jakarta bersabar menghadapi bencana banjir di musim penghujan.

"Itu adalah perlu proses yang namanya banjir macet itu perlu proses jangan mengharapkan kayak dewa langsung balik tangan langsung selesai semuanya. Dewa aja belum tentu bisa," tuturnya usai memimpin Rapim di Balai Kota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (19/11/2012).

Masyarakat, menurut Jokowi, jangan berharap serta merta Jakarta akan bebas banjir dengan cepat. Pemprov DKI butuh waktu untuk melakukan sejumlah proyek agar air tak menggenangi Jakarta lagi.

"Keruk-keruk selokan kali-kali kecil yang ada di kampung. Seperti itu karena masih banyak sekali yang dikerjakan. Menyelesaikan yang di banjir kanal timur, Kali Pesanggrahan," tuturnya.

Salah satu proyek yang memakan waktu lama adalah membelokkan aliran air ke Waduk Ciawi. Sudah puluhan tahun proyek itu tidak kunjung rampung.

"Membelokkan air yang dari atas ke waduk Ciawi itu butuh proses panjang, berpuluh-puluh tahun saja belum rampung. Saya baru 4 minggu saja sudah dikejar-kejar," pintanya.

3. Semua Diperbaiki, Dewa Toh
Jokowi terus memutar otak mencari jalan keluar mengurai kemacetan.

"Apa dulu-dulu nggak kayak gitu juga (macet)? Itu yang mau dicarikan jalan keluar," kata Jokowi di Gedung Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (22/11/2012). Pernyataan Jokowi ini menjawab pertanyaan wartawan tentang macet berjam-jam pasca hujan.

Menurut Jokowi, transportasi massal salah satu solusi mengatasi macet untuk jangka panjang.

"Yang jangka pendek baru digarap habis-habisan dengan Kapolda dan itu belum rampung (selesai). Ya diperbaiki. Saya ini baru 5 minggu jangan semuanya suruh diperbaiki, dewa toh," ujar Jokowi yang terbalut baju batik warna cokelat ini.

Jokowi menargetkan pembenahan bus Transjakarta pada 2013 sudah mencapai sekitar 80 persen. "Itu sudah meloncat lumayan," tuturnya.

Pria yang memulai karier sebagai pengusaha mebel kayu ini menambahkan, monorel diperkirakan rampung 3-4 tahun. Namun MRT merupakan program yang paling lama rampung.

"Bisa selesai sampai di Kampung Bandan itu mungkin 2019. Tapi kemarin saya sudah minta supaya diselesaikan 2017, maju pokoknya. Ini kan jangka panjang," kata pria asal Solo ini.

4. Kayak Superman
Kebiasaan warga Ibukota membuang sampah di sungai membuat Jokowi prihatin. Jokowi akan menggelar kampanye besar-besaran untuk melarang buang sampah di sungai.

"Ya nanti mulai 2013 kita akan kampanye besar-besaran untuk buang sampah tidak di sungai, tidak di kali, tidak di selokan, di got-got kecil, semuanya akan seperti itu," kata Jokowi di Gedung BPK Perwakilan Provinsi DKI Jakarta, Jalan MT Haryono, Jakarta Selatan, Kamis (13/12/2012).

Menurut dia, kampanye larangan buang sampah sembarangan ini harus digalakkan. Dengan begitu, kata Jokowi, kebiasaan buruk warga Jakarta bisa diperbaiki.

"Memang harus pakai kampanye, kampanye terus menerus sehingga nanti terjadi sebuah kebiasaan yang nanti akan menjadi sebuah budaya, kultur," ujar sarjana Kehutanan UGM ini.

Jokowi berpendapat diperlukan proses lama untuk mengubah kebiasaan buruk yang telah berlangsung bertahun-tahun tersebut.

"Contoh di sebuah negara, untuk mengubah kebiasaan meludah di sembarang tempat itu butuh waktu 7 tahun. Itu waktu yang panjang. Singapura juga mengubah penggunaan mobil pribadi ke angkutan umum juga membutuhkan waktu kurang lebih 6-7 tahun. Ini proses yang lama, jangan hanya semudah membalikkan telapak tangan rampung, kayak dewa saja, eh kayak Superman," papar suami Iriana ini.

Sumber:http://news.detik.com/read/2012/12/26/102643/2126657/10/5/jokowi-4-jawaban-bukan-dewa



Galery Berita Unik Dan Menarik
Galery Berita unik dan Menarik Updated at: 12/30/2012 12:35:00 PM

5 Rekor Sejarah ala Jokowi


JakartaGubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) berani keluar dari pakem tetapi tetap dalam batasan-batasan. Ia menorehkan gebrakan yang tidak biasa dan pertama terjadi dalam sejarah di Ibukota.

Jokowi hadir dengan membawa misi bagi perubahan wajah Jakarta. Ia mendobrak tembok-tembok pembatas antara sang pemimpin dengan warganya.

Suami Iriana ini selalu ingin jajarannya dekat dengan warga, melayani serta membela kepentingan 'orang pinggiran' tanpa pamrih.

Berikut 5 aksi Jokowi yang tercatat pertama dalam sejarah Jakarta:

1. Pelantikan di Kampung Kumuh
Pertama kali dalam sejarah Jakarta, Wali Kota terpilih dilantik di sebuah kampung kumuh. Peristiwa ini dialami oleh Wali Kota Jakarta Timur baru, Krisdianto.

Krisdianto dilantik Jokowi di Kampung Pulo Jahe, Jatinegara, Cakung, Jakarta Barat pada Kamis 20 Desember 2012 pukul 08.00 WIB. Teng!

Pelantikan dipayungi sinar matahari nan terik dan berlangsung sederhana tanpa tenda mewah dan sajian makanan berkelas. Acara ini disaksikan warga kampung setempat.

"Biar ngerti permasalahan di kampung," kata Jokowi memberi alasan.

Jokowi juga memberi kepastian, pelantikan seperti ini tak akan terjadi sekali. Ke depan, mungkin saja pejabat-pejabat lain dilantik di lokasi di tengah kampung atau di pinggir kali, agar dekat dengan masalah bidang kerjanya.

Krisdianto justru terkesan dengan keputusan Jokowi. Langkah Jokowi memberikan inspirasi baginya untuk dekat dengan warga dan tidak menghindari masalah yang dihadapi warganya.

2. Car Free Night
Jokowi akan menggelar sebuah acara spektakuler pada malam pergantian tahun 31 Desember 2012 mendatang. Dia membuat acara car free night sepanjang jalur Sudirman-Thamrin.

Jalan sepanjang 7 km ini akan ditutup dan dijadikan kawasan bebas kendaraan bermotor pada malam hari (car free night) yang baru pertama kali diterapkan saat pesta Tahun Baru di Ibukota.

Selama car free night akan ada 16 panggung di sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin-Medan Merdeka. Selain panggung juga akan diadakan karnaval. Berbagai hiburan sudah disiapkan di panggung-panggung tersebut seperti gambang kromong, Keroncong Tugu dan campur sari. Rencananya acara car free night akan berlangsung pukul 21.00 WIB - 02.00 WIB tanggal 31 Desember-1 Januari.

3. Ruang Terbuka Hijau Rp 1,05 Triliun
Jokowi segera merealisasikan keinginannya agar Jakarta memiliki taman yang dapat dibanggakan sekaligus menjadi ikon ibu kota. Tak tanggung-tanggung, dana sebesar Rp 1,05 triliun siap digelontorkan untuk pembangunan taman tersebut.

"Anggarannya 1 triliun 50 miliar, dari. APBD semua. Adalah duitnya ada, lokasinya di taman BMW," kata Jokowi usai menghadiri acara peresmian "Arena Taufik" miliki Taufik Hidayat di Jalan PKP Kelapa Dua Wetan, Jakarta Timur, Senin (10/12/2012).

Gebrakan Jokowi ternyata merupakan rekor sejarah anggaran RTH DKI Jakarta.

"Ini angka yang luar biasa. Nggak ada sejarah sebelumnya Gubernur mengusulkan anggaran RTH sebesar ini. Dulu sangat terbatas, anggarannya cuma bisa nambah 0.05% setiap tahunnya," kata pengamat tata kota Yayat Supriyatna.

4. Pajak Online Diaudit BPK
Jakarta akan menerapkan pajak online yang diaudit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dengan menggunakan Sinergi Nasional Sistem Informasi (SNSI). Jokowi pun bangga Jakarta menerapkan hal itu.

"Saya senang sekali karena Pemprov DKI menjadi yang pertama model yang diaudit," ujar Jokowi dalam acara Implementasi E-audit untuk Mencegah Korupsi bersama Ketua BPK Hadi Purnomo di Gedung BPK Perwakilan Provinsi DKI, Jl MT Haryono, Jakarta Selatan, Kamis (13/12/2012).

Menurut Jokowi, dengan sistem tersebut, dia setiap hari dapat mengetahui tambahan uang dari pajak setiap saat.

"Setiap menit berapa, hari ini berapa, besok berapa, tahun depan berapa, bisa saya tahu. Bisa kita lihat menit ke menit, kemudian sisi penggunaannya uang Rp 1.000, Rp 1 miliar, Rp 1 triliun dipakai untuk apa, jadi bisa dilihat dari hari ke hari," beber Jokowi.

Jokowi mengklaim, dinas-dinas sudah siap dan semuanya dikoneksikan agar menjadi sistem terpadu.

"Semua nanti akan di-online-kan seperti pajak restoran, pajak reklame, parkir. Jadi semuanya nanti bisa terkoneksi," tutur Jokowi yang mengenakan batik coklat ini.

Sementara itu, di tempat yang sama, Ketua BPK Hadi Purnomo
mengaku optimistis, penerapan SNSI akan memberikan pemeriksaan yang berkualitas. Bagi DKI, akan terlihat peningkatan kinerja dan pencegahan korupsi dapat dilakukan secara sistemik.

"Penerimaan negara meningkat dan pengeluaran negara bisa lebih efisien dan efektif," kata Hadi.

SNSI merupakan sebuah sistem yang membentuk sinergi antara sistem informasi-informasi internal BPK atau e-BPK dengan sistem informasi milik entitas pemeriksaan atau e-audit melalui sebuah komunikasi data secara online dan membentuk pusat data pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara atau pusat data BPK.

5. UMP Rp 2,2 Juta Tertinggi
Jokowi resmi mengetok UMP DKI Jakarta Upah Minimum Provinsi (UMP) 2013 DKI Jakarta sebesar Rp 2,2 juta/bulan atau naik 44 persen. Angka tersebut dinilai upah tertinggi pertama di Jakarta. UMP ini dinilai Jokowi sudah adil.

Ayah 3 anak ini beralasan, sebelum UMP DKI diputuskan, pihaknya sudah mengundang berbagai pihak termasuk Apindo.

"Kan sudah ketemu serikat dan pengusaha sudah ketemu. Tahapan-tahapan ramainya sudah dilalui, terakhir kan Rp 2,26 juta berapa terus saya ketok (diputuskan) jadi Rp 2,2 juta sudah lewat itu semua," tutur Jokowi di Kementerian BUMN Jakarta, Rabu (28/11/2012).

Keputusan Jokowi disambut sorak gembira buruh. Namun, Jokowi juga tidak luput dari kritik pedas Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo). Bahkan, ia terancam digugat. Gugatan itu ditanggapi Jokowi adem ayem.

Sumber:http://news.detik.com/read/2012/12/21/112818/2124370/10/6/5-rekor-sejarah-ala-jokowi
Galery Berita Unik Dan Menarik
Galery Berita unik dan Menarik Updated at: 12/30/2012 12:25:00 PM

Jokowi Siapkan Program Kejutan untuk Atasi Banjir


Wakil Gubernur DKI Jakarta  Basuki Tjahja Purnama atau biasa disapa Ahok mengatakan Pemerintah DKI tengah menyiapkan program kejutan untuk menanggulangi banjir dan kemacaten.

"Pak Gubernur (Jokowi) akan melakukan sesuatu yang luar biasa, pokoknya tahun depan ada kejutan luar biasa, kita ada sisa uang untuk membuat terobosan guna menyelesaikan macet dan banjir secepat mungkin," ujar Ahok Senin malam, 24 Desember 2012.

Seperti dikatahui, hingga kini pengesahan pengajuan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) DKI sebesar Rp 46 triliun belum disahkan kalangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jakarta. Padahal anggaran itu penting untuk merealisasikan progrem kerja pemerintah provinsi.

Ahok mengatakan pelaksanaan program tersebut menggunakan anggaran sisa tahun ini sebesar Rp 5 triliun. Rencannya program tersebut dilaksanakan secara bertahap dalam beberapa tahun. "Ada yang lima tahun, tiga tahun, dua tahun hingga satu tahun," ujarnya.

Masih tingginya frekuensi hujan saat ini, kata dia, mesti dibarengi dengan upaya keras pengerukan yang dilakukan petugas di lapangan. Sehingga penumpukan sampah dan lumpur di sebagian besar sungai Jakarta segera teratasi. "Makanya hari Sabtu kami keliling, dan hari Minggu kami lihat lagi," kata Ahok.

Namun dalam kesempatan itu, Ahok enggan menjelaskan program kejutan yang tengah disiapkan bos-nya itu. "Nanti saya tanya pak Gubernur, beliau yang punya ide semuanya," ujarnya.

Seperti dikatahui, tingginya intensitas hujan dalam sepekan terakhir membuat kawasan Ibu Kota kembali terendam banjir. Buruknya drainase serta lemahnya tata kelola air Jakarta menyebabkan kawasan sepanjang sungai Ciliwung atau aliran sungai lainnya kerap meluap saat hujan tiba.

Kondisi ini diperparah seiring meningkatnya debit hujan yang menggunakan pintu air Katulampa Bogor, sementara sebagian besar sungai di Jakarta dalam kondisi dangkal dan sempit akibat bangunan liar yang berdiri sepanjang sungai. Banjir dengan ketinggian di atas dua meter terjadi dimana-mana menggenangi pemukiman penduduk.

Sumber:http://www.tempo.co/read/news/2012/12/25/083450267/Jokowi-Siapkan-Program-Kejutan-untuk-Atasi-Banjir


Galery Berita Unik Dan Menarik
Galery Berita unik dan Menarik Updated at: 12/30/2012 12:17:00 PM

Ini Tiga Jurus Jokowi Atas Banjir Jakarta


                                          Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi)

Pemerintahan DKI Jakarta yang dipimpin Jokowi telah menyiapkan tiga strategi pencegahan banjir. Tiga strategi ini diharap mampu mengurangi banjir Jakarta tiap tahun. Tiga strategi itu adalah normalisasi kali, normalisasi sumur, dan pelebaran kali.

Untuk program nornalisasi kali, pemerintah DKI Jakarta telah memulainya dengan menggarap kali Pesanggrahan, Angke, dan Sunter. Sedang, untuk memperbaiki kualitas air tanah, Gubernur akan mengajukan 10 ribu sumur resapan pada tahun depan. Normalisasi sumur serapan perlu dilakukan sehingga dapat memperbaiki serapan air tanah.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta Ery Basworo mengatakan, proyek normalisasi PAS berjalan terus, termasuk Kali Krukut, Kali Ciliwung, dan Cipinang. Normalisasi PAS yang direncanakan selesai pada 2014 akan menghilangkan 10 titik genangan di sepanjang kali seperti Bintaro.

Proyek tersebut, bakal berdampak pada pemindahan rumah warga yang berada di sekitar bantaran kali. "Orang harus pindah dulu," ujar Ery seusai ramah tamah di rumah dinas Wagub Basuki Tjahaja Purnama, Selasa (25/12).

Untuk memindahkan masyarakat yang berada di bantaran kali, perlu rumah susun yang layak. Karena itu, pemerintah akan menyiapkan pembangunan rusun. Gubernur telah berdiskusi dan mendatangi tempat yang akan direlokasi satu per satu.

Warga Kampung Pulo, Jakarta Timur, kata Ery, bisa menjadi contoh masyarakat yang bakal terkena relokasi. Ini karena warga tersebut tidak mau dipindah jauh-jauh. Sebab, mata pencaharian mereka sehari-hari berada di sekitar Ciliwung.

Proyek penanganan banjir lainnya adalah melalui pelebaran kali. Pemerintah sedang menyiapkan pembebasan tanah sehingga bisa melaksanakannya tahun depan.

Sumber:http://www.republika.co.id/berita/nasional/jabodetabek-nasional/12/12/26/mflx8g-ini-tiga-jurus-jokowi-atas-banjir-jakarta
Galery Berita Unik Dan Menarik
Galery Berita unik dan Menarik Updated at: 12/30/2012 12:12:00 PM

Banjir Warisan Foke Harus Diselesaikan Jokowi

Gambar:Banjir di Thamrin akhir pekan kemarin

Upaya untuk mengurangi bencana banjir di wilayah DKI Jakarta perlu memperhatikan beberapa pekerjaan rumah yang belum diselesaikan oleh gubernur sebelumnya, Fauzi Bowo. “PR ini mendesak untuk diselesaikan gubernur Jokowi dengan membangun infrastruktur,” ujar Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana Alam Andi Arief seperti rilis yang diterima //Republika//, Rabu (26/12).

Andi Arief mengatakan pekerjaan rumah membangun infrastruktur tersebut meliputi peningkatan kapasitas saluran di Cipinang, Sunter, Buaran, dan Cakung. Begitu pula, perpanjangan kanal timur laut sampai ke Banjir Kanal Timur kemudian optimalisasi Pintu air Manggarai, dan koneksi ke sungai Ciliwung.

Sementara itu, menurutnya Wagub Basuki Tjahaja Purnama sudah mempunyai resep mengatasi banjir Jakarta namun masih dirahasiakan.
Karenanya, Andi berharap solusi tersebut segera diumumkan. Namun, dia menyarankan agar ada baiknya melanjutkan sisa kerja Fauzi Bowo atau Foke. S

ebab, Fauzi Bowo sangat serius dalam mengatasi banjir termasuk mendengar masukan dari ahli di sini dan datang ke Belanda untuk mendiskusikan banjir. “Karena memang Kolonial Belanda yang mendesign kota Jakarta,” kata dia.

Sedangkan, dia menilai yang dilakukan Joko Widodo membuat apel siaga banjir sudah benar. Andi mengatakan, dalam Tanggap Darurat, penyelamatan warga merupakan prioritas utama. “Kita tunggu sampai kapan tanggap darurat ini dilakukan, karena perkiraan BMKG januari adalah Puncak derasnya hujan berpotensi banjir,” kata dia.

Sumber:http://www.republika.co.id/berita/nasional/jabodetabek-nasional/12/12/26/mfmgdz-banjir-warisan-foke-harus-diselesaikan-jokowi
Galery Berita Unik Dan Menarik
Galery Berita unik dan Menarik Updated at: 12/30/2012 12:08:00 PM

5 Proyek ambisius Jokowi Ahok

Ada banyak proyek besar yang belum bisa dijalankan oleh Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) sampai di penghujung tahun ini. Dua bulan lebih menjadi gubernur belum cukup bagi Jokowi untuk memutuskan mega proyek di Jakarta.

Jokowi berjanji, mulai tahun 2013 ia akan memutuskan proyek-proyek besar. Proyek-proyek itu nantinya diharapkan bisa mengatasi persoalan Jakarta seperti banjir, macet, pendidikan, kesehatan, dan tata kota.

"Kita berikan tenggat tanggal 15 harus siap semuanya. Masalah financial crossing, kajian teknis. Semuanya rampung dan sudah siap," kata Jokowi saat ditanya perihal keputusan beberapa mega proyek yang akan diputuskan di Balai Kota, kemarin.

Selama ini Jokowi beralasan, ingin meneliti terlebih dahulu proyek-proyek yang akan diputuskan. Dia tidak ingin, proyek yang akan dikerjakan mangkrak lagi.

Berikut proyek-proyek ambisius Jokowi:

1. Deep Tunnel
Ini yang masih hangat diperbincangkan. Ke depan, sepertinya Jokowi tidak ingin lagi menggunakan istilah deep tunnel. Jokowi menyebut terowongan raksasa yang akan dibangunnya itu bisa multi fungsi.

"Banyak, tidak hanya dari jalan tol, dari sewa kabel, limbah, kemudian apalagi banyak, yang lain-lain. Ini jadi namanya jangan yang Inggris lah namanya sekarang terowongan multiguna. Sekarang terowongan MG, multi guna," jelas Jokowi.

Jokowi menjelaskan, fungsi deep tunnel tersebut adalah untuk mengatasi banjir dan kemacetan Ibu Kota. Jika hujan besar turun maka jalan tol ditutup untuk kendaraan. Sedangkan jika sudah kering maka difungsikan sebagai jalan kembali.

Proyek ini diperkirakan akan menelan biaya Rp 16 triliun. Dananya pun, Jokowi sudah punya opsi yaitu APBD dan investor.

2. Stadion BMW
Stadion ini dalam maketnya, bentuk atasnya seperti dililit surban. Menurut arsitek Stadion BMW, Tiyok Prastyoadi, lilitan surban itu melambangkan budaya Betawi yang pada saat acara pernikahan dikenakan oleh pengantin lelaki.

Pembangunan stadion akan dimulai pada 2013 dan diperkirakan selesai pada 2015. Anggaran yang digelontorkan untuk membangun stadion di Kelurahan Papanggung Tanjung Priok Jakarta Utara ini sebesar Rp 1,05 triliun.

Stadion BMW berkapasitas 50 ribu penonton. Stadion ini sendiri dibangun di atas 150 ribu meter persegi.

Di bagian luar stadion juga akan ditanam banyak pohon seperti hutan kota. Dalam arsitektur terdapat sentuhan sorban hasil sayembara pada tahun 2010.

3. MRT
Proyek Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta paling menyita perhatian publik. Proyek ini tak kunjung diputuskan karena masih ada yang mengganjal di pikiran Jokowi.

Soal skema pengembalian utang kepada Japan International Cooperation Agency (JICA) tak kunjung menemui titik temu. Jokowi mengusulkan, pengembalian utang kepada JICA skemanya 70 persen pemerintah pusat dan 30 persen Pemda DKI.

Usulan ini rupanya belum disetujui oleh Menkeu Agus Martowardojo. Karena itu, dalam waktu dekat, Jokowi akan bertemu dengan Menko Perekonomian Hatta Rajasa untuk mengegolkan usulannya tersebut.

Jokowi tak ingin, pengembalian utang nanti akan membebani APBD. Jika sudah ada titik temu dengan pemerintah pusat, maka akan menentukan subsidi tiket MRT.

Dalam skema awal, total nilai proyek MRT adalah sekitar 144 miliar Yen, dengan besar pinjaman sekitar 120 miliar Yen. Sisanya dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah DKI Jakarta. Biaya proyek akan ditanggung bersama dengan persentase pemerintah pusat 42 persen dan Pemprov DKI Jakarta 58 persen.

4. Monorail
Jokowi optimis, monorail akan bisa kembali dilanjutkan pada Januari. Dalam dua pekan ke depan, ia akan memutuskan secara resmi kelanjutan proyek monorail.

Dan, PT Jakarta Monorail yang akan menjalankan proyeknya dibantu dengan beberapa BUMN lainnya. Sementara PT Adhi Karya yang semula bergabung dalam proyek monorail sudah mengundurkan diri.

Jokowi pun mempersilakan kepada PT Adhi Karya untuk membangun rute monorail lainnya. "Sudah karena tidak mau (PT Adhi Karya). Maksudnya kalau pengen masuk, ke rute yang lain, masih banyak dari Barat ke Timur," kata Jokowi kemarin.

Proyek ini diperkirakan membutuhkan investasi sekitar Rp 3,73 triliun. Pembangunan proyek monorail sudah dikerjakan sejak beberapa tahun lalu, pada masa pemerintahan Presiden Megawati.

Trayek pertama menempuh jarak 14 kilometer dari kawasan Rasuna Said-Gatot Subroto-Sudirman-Senayan-Pejompongan. Sedangkan rute kedua menempuh jarak Kampung Melayu-Casablanca-Tanah Abang-Roxy. Kereta ini diperkirakan mampu mengangkut 3.500 orang dengan tarif Rp 7.000.

Namun, tiga tahun berjalan, proyek ini berhenti. Sebab, PT Jakarta Monorail sebagai pengembang, tidak mampu memperkuat modal. Konsorsium yang terdiri atas PT Indonesia Transit Central (ITC), PT Adhi Karya, dan Omnico bahkan menghadapi masalah utang. Adhi Karya waktu itu memiliki 7,5 persen saham di PT Jakarta Monorail.

5. Giant Sea Wall
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berjanji tetap melanjutkan proyek pembangunan tanggul laut raksasa atau Giant Sea Wall (GSW) di Teluk Utara Jakarta. Soal anggaran, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama berencana menambah Rp 100 triliun dari yang sebelumnya sekitar Rp 150 triliun sampai Rp 200 triliun selama 10 tahun.

"Untuk tanggul diperkirakan menghabiskan dana sekitar Rp 300 triliun," kata pria yang akrab disapa Ahok itu saat ditemui di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (29/12).

Selain itu, Ahok juga mengajukan anggaran untuk membangun tempat pengelolaan air limbah di APBD 2013. Anggaran yang diajukan sekitar Rp 85 triliun. "Berarti ada sekitar Rp 385 triliun," ujarnya.

Ahok menilai anggaran itu tak terlalu besar. Dia yakin DKI bisa membangun tanggul dan pengolahan limbah dilihat dari Silpa yang dihasilkan setiap tahunnya. "Kalau kita hitung dengan uang yang ada harusnya kita sanggup bangun itu," tegas Ahok.

Rencana pembangunan Giant Sea Wall sudah ada sejak zaman Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo. Pembangunan proyek ini sebagai tindak lanjut penurunan permukaan tanah dan kenaikan permukaan air laut di sepanjang Pantai Utara Jakarta.

Dalam rancangannya, akan dibangun waduk seluas lebih dari 10.000 ha, yang mampu menampung volume air mencapai 1 miliar meter kubik, yang terintegrasi dengan kawasan GSW. Sedangkan di sisi barat rencananya akan dibangun kota baru dengan luas 1.500 ha, sebagai pusat jasa yang juga berfungsi sebagai pintu gerbang Ibu Kota negara.

Sumber:http://www.merdeka.com/jakarta/5-proyek-ambisius-jokowi-ahok
Galery Berita Unik Dan Menarik
Galery Berita unik dan Menarik Updated at: 12/30/2012 12:00:00 PM