Tampilkan postingan dengan label seni. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label seni. Tampilkan semua postingan

Sabtu, September 12, 2015

Karya Seni Paling Menarik Didunia


Nah, kali ini seorang seniman asal Montreal, kota terbesar kedua di Kanada bernama Guy Laramee yang menghasilkan sebuah lanskap indah yang disajikan dari sebuah buku yang ia ukir sedemikian rupa.

Di Tangan seorang seniman apapun benda yang ia keluarkan untuk inspirasinya selalu melahirkan mahakarya yang membuat mata kita terpana tak percaya. Bagaimana bisa ia membuat hal indah seperti itu? Seringkali itu pikiran kita saat menikmati sebuah karya seni.

Mungkin, bagi para pencinta buku akan sangat menyayangkan melihat sebuah buku dipangkas lalu diukir hingga membentuk sesuatu. Namun, coba lirik dahulu hasil karya Laramee ini, begitu menakjubkan dan kreatif. Laramee mengukir tepi buku vintage, kamus dan ensiklopedia menjadi lanskap pegunungan, tsunami dan gelombang yang luar biasa.

Laramee, seniman yang mengukir lanskap pegunungan di kumpulan buku-buku tua
"Aku mengukir sebuah lanskap dari buku-buku dan melukis sebuah lanskap yang romantis", ucap sang seniman. Di bawah ini beberapa hasil karyanya, dari berbagai proyek yang telah ia kerjakan.



http://bongloon.blogspot.co.id
Galery Berita Unik Dan Menarik
Galery Berita unik dan Menarik Updated at: 9/12/2015 09:22:00 PM

Kamis, Maret 20, 2014

Lukisan burung kakaktua ini ternyata wanita!


Lukisan di tubuh wanita. ©2014 Merdeka.com/Johannes Stoetter

Lukisan burung kakaktua yang indah dan tampak realistis ini ternyata adalah tubuh seorang wanita. Tidak percaya? Cobalah lihat dengan lebih teliti!

Lukisan burung kakaktua di atas merupakan anggota tubuh wanita yang telah dicat dengan sempurna oleh seorang pelukis berbakat Johannes Stoetter. Pelukis tubuh berusia 35 tahun itu kini tinggal di Italia. Untuk merampungkan lukisannya, Johannes membutuhkan waktu empat minggu untuk menyusun perencanaan panjang tentang transformasi tubuh model wanita menjadi lukisan burung kakaktua yang realistis.

Sementara untuk melukis, Johannes membutuhkan waktu sekitar empat jam untuk menggambar tubuh model, dan satu jam untuk mengatur posisi model sebelum mengabadikannya dengan kamera. Dan fotonya berhasil menciptakan ilusi yang sempurna, bukan?

Tetapi jika Anda amati dengan seksama, kepala burung kakaktua sebenarnya adalah lengan kiri model wanita yang melilit kepalanya. Sayap burung dibentuk dari kaki dan lengan kanan, sementara kaki kiri yang terulur dibuat menyerupai ekor burung.

"Cukup sulit untuk mengambil foto, dan memberitahu model bagaimana cara berpose yang benar, sehingga gambar burung kakaktua itu bisa tampak senyata mungkin, dan juga untuk menemukan titik pandang yang tepat bagi saya untuk mengabadikannya dengan kamera," ungkap Johanne, seperti dilansir Daily Mail.



Photo by Johannes Stoetter
Sumber
Galery Berita Unik Dan Menarik
Galery Berita unik dan Menarik Updated at: 3/20/2014 03:07:00 PM

Kamis, Maret 21, 2013

3 Lukisan Misterius Yang Hanya Dimiliki Oleh Indonesia

Ada 3 lukisan misterius di Indonesia yang menjadi misteri hinga saat ini kamu mau tahu lukisan apa aja itu ?
Lukisan merupakan sebuah karya seni yang dibuat oleh manusia terkadang lukisan memiliki nilai jual yang tinggi tergantung seberapa bagus lukisan itu dibuat. Namun lukisan lukisan nerikut ini selain memiliki nilai karya seni yang bagus ternyata menyimpan sejuta misteri yang ada di dalamnya nah kamu mau tahu lukisan apa di Indonesia yang menyimpan misteri simak 3 Misteri Lukisan di Indonesia berikut ini.

1. Lukisan tangan pertama di Sulawesi Selatan

Lukisan tangan di goa ini pertama kali ditemukan oleh C.H.M. Heeren-Palm pada tahun 1950 di Leang PattaE. Didalam goa ini kamu akan melihat sebuah lukisan yang sedikit aneh dengan beberapa cap cap tangan dengan latar belakang lukisan berwarna merah. Diyakini jika cap tangan ini merupakan tangan kiri perempua yang membuat lukisan ini namun sampai saat ini masih belum diketahui siapa yang telah membuat lukisan di gua ini.

2. Lukisan Anoa di Gua Sumpangbita

Foto di atas adalah lukisan Anoa yang terukir pada dinding Gua Sumpangbita, Pangkep, Sulawesi Selatan.

3. Lukisan misterius di Maluku

Di Maluku, penemu lukisan dinding gua adalah J. Roder pada tahun 1937. Roder menemuan lukisan gua sebanyak 100 buah di Pulau Seram, pada dinding karang di atas Sungai Tala. Lukisan yang ditemukan Roder ditaksirkan berupa gambar-gambar rusa, burung, manusia, perahu, lambang matahari, dan mata. Selain ditemukan di Pulau Seram, lukisan cadas juga ditemukan di Kepulauan Kei. Dimana lukisan pada Kepulauan Kei terukir pada tebing batu karang setinggi 5-10 meter di atas permukaan laut. Lukisan-lukisan yang ditemukan di Kepulauan Kei pada umumnya hanya berupa garis lurus saja, tetapi ada yang diberi warna pada bagian dalamnya, khususnya untuk gambar manusia. Kecuali manusia dengan berbagai adegan (menari, berperang, memegang perisai, dan jongkok dengan kedua tangan terangkat), ada pula pola topeng, burung, perahu, matahari, dan bentuk geometrik.
Nah itulah beberapa lukisan misteruis yang ada di Indonesia yang menjadi misteri sampai sekarang.
Sumber

Galery Berita Unik Dan Menarik
Galery Berita unik dan Menarik Updated at: 3/21/2013 02:16:00 PM

Selasa, Maret 05, 2013

Patung Ini Terbuat Dari 11 Liter Darah Manusia


Seorang pria di India membuat patung dari 11 Liter darah manusia, patung dari darah manusia ini merupakan yang pertama dibuat di India.
Seorang pria India bernama Hussaini dengan 11 liter darah manusia berhasil membuat patung salah satu orang penting di India yakni patung berbentuk wajah J. Jayalalitha, seorang Menteri Kepala negara bagian di Tamil Nadu.

Hussaini merupakan seorang guru pematung dan juga guru olahraga panahan. Hussaini membuat patung dari darah ini karena ia bangga dengan J. Jayalalitha yang mau memajukan olahraga khusunya olahraga panahan.
Untuk membuat patung dari darah ini Hussaini mengumpulkan darah dari muridnya dan darahnya sendiri setidaknya muridnya menyumbangkan darah sebanyak 4,5 liter semantara sisanya adalah darah Husaini sendiri sebanyak 6,5 liter yang sudah dikumpulkanya sejak 3 bulan lalu.

Untuk membuat patung mengerikan dari darah ini Hussaini membuat bentuk dari tanah liat terlebih dahulu. Kemudian ia menyiapkan cetakan silikon dan mengisinya dengan 11 liter darah. Cetakan itu dibekukan pada suhu 27 derajat Celcius, selama dua bulan.
Karya seni yang mengerikan ini adalah yang pertama di dunia. Namun, Menteri J. Jayalalitha menyarankan agar Hussaini tidak melakukannya lagi.
Sumber

Galery Berita Unik Dan Menarik
Galery Berita unik dan Menarik Updated at: 3/05/2013 07:27:00 PM

Rabu, Februari 20, 2013

Lagu-Lagu Terbaik yang Memprotes Indonesia

Indonesia kaya akan lagu politis, maklum sejarah panjang dikentuti rezim melahirkan juga kondisi dimana karya-karya demikian hadir. Namun, entah kenapa lagu-lagu bertemakan sosial-politik itu kebanyakan hanya berupa reportase saja. ‘Oh, tanah air ku dijarah’, ‘Oh di tanahku ada yang mati ditembak’, ‘Oh negeriku banyak orang serakah’ dan reportase sejenis lainnya yang tidak saya anggap sebagai lagu protes. Jarang ditemukan lagu yang menginspirasi, memprovokasi dan mengajak orang lain untuk berbuat. Terlebih lagu protes yang keren. Namun, sepuluh berikut saya rasa mewakili, so here we go:

Jeruji – Fuck Off Police

Lagu punk 3 chord dengan lirik terdiri dari tiga kata “Fuck Off Police!” diulang-ulang. Semua orang bisa membuatnya, yang membedakan adalah nyali melakukannya di era Indonesia dijajah Harto, Haatzai Artikelen mengangkangi dan polisi bisa seenaknya membuat BAP (Eh, yang ini masih ya sampe sekarang?). Jeruji melakukannya berulang-ulang di panggung sebelum kemudian merilisnya dalam album debut mereka di 1998 dengan raw & uncut tanpa kehilangan nyawanya sedikitpun lengkap dengan vokal Themfuck yang terdengar seperti babi di pajagalan dan grinding part yang dieksekusi sempurna Exploited style. R.I.P Heru Usenk.

Rotor – Pluit Phobia / Gatholoco

Sebenarnya ini masuk ke dalam kategori lagu ‘reportase’ dalam kamus saya, namun cara mereka mengeksekusinya (termasuk vokal dengan nada kemarahan yang kentara) menambah kekuatan protes pada lagu ini dan menginjeksi satu dua dosis provokasi pada para pendengarnya. Dua lagu berbeda dengan musik yang sama. Keduanya memiliki kekuatan yang seimbang meski beda tema. ‘Gatholoco’ bercerita tentang kebobrokan sistem dalam bahasa jawa, sedangkan ‘Pluit Phobia’ tentang korupnya departemen kepolisian dalam bahasa Indonesia. Bisa dibilang ini lagu spesifik anti-polisi pertama di Indonesia. Berasal dari album “Behind The 8th Ball” tahun 1992, album legendaris yang memiliki keajaiban tersendiri di khazanah musik lokal. Mempopulerkan thrash super geber ala Sepultura era “Morbid Vison” di tahun orang-orang masih memuja hair metal merupakan kepeloporan tanpa kompromi.

The Gang of Harry Roesli – Malaria

Saya tak pernah serius mendengar karya almarhum Harry Roesli sampai satu hari saya mengobrak-abrik koleksi PH Bapak untuk mencari bahan sampling buat lagu-lagu saya, dan menemukan album Harry Roesli and The Philosophy Gang ini. Seperti lagu-lagu lainnya dalam album ini bersuara, ‘Malaria’ terdengar melampaui zamannya. Gado-gado abrasif dari musik rock, folk, hingga funk yang kentara, blues hingga jazz dan membuat saya melihat tetangga saya, Om Harry Pochang, berbeda sejak mendengar permainan harmonika nya yang nyerempet War di album ini. Banyak yang berpendapat ‘Peacock Dog’ adalah lagu politis terbaik di album ini, namun saya pikir justru ‘Malaria’ lah yang juara. Terlebih untuk potongan lirik provokatif ini; “Apakah kau seekor monyet yang hanya dapat bergaya / Kosong sudah hidup ini bila kau hanya bicara/ Lantai kamarmu kan berkata mengapa Nona pengecut?”. Tak jelas memang untuk siapa lirik itu ditujukan, namun jika melihat sejarah pembangkangan sipil di Indonesia yang penuh dengan cerita kepengecutan kelas menengahnya, nampaknya lirik ini diperuntukkan bagi mereka.

Milisi Kecoa – Marah

“Kau coba dominasi hidup kami. Bungkam dan jinakkan kami. Mengapa kami harus diam saja?!”, Milisi Kecoa adalah representasi generasi terkini punk Bandung meski beranggotakan scenester lama. Salah satu dari sedikit saja sisa band punk lokal hari ini yang mempertahankan punk sebagai ancaman. Dengan judul album ‘Kalian memang Menyedihkan’, mereka tidak sedang bermain-main dengan metafor untuk menyerang semua yang memuakkan. Dari ormas hingga pemerintah hingga kultur punk lokal yang konformis dan menggelikan. Lagu ini contoh sempurnanya, hymne anti-otoritas instan di acara-acara DIY yang mereka kunjungi. Lirik pendek yang frontal, langsung menyasar dengan bersenjatakan gembrengan distorsi gitar kering, ritme cepat ala Circle Jerks dan The Germs, dan Tremor –sang vokalis- meneriakkan frase ‘Kami Marah’ dengan intonasi yang Ian Mackeye pakai pada ‘In My Eyes’ tiga dekade lalu kala Minor Threat mengkudeta pemaknaan punk dari Sex Pistol.

Puppen – Sistem

Selintas lirik lagu ini tidak seperti lagu protes, gang shout “Mungkin Kita..!!” yang mengawali lagu ini terdengar seperti ambiguitas. Namun tidak begitu halnya bagi mereka yang berada di tengah pit dan bernyanyi bersama kala Arian-Robin cs membawakan lagu ini dari panggung ke panggung di era Suharto. Menjadi anak muda tanpa pendidikan politik di tengah represifitas (budaya maupun politik) dan kemunafikan di era P4 dahulu, kalimat “Masih terjajah dalam bentuk baru” dan “Terkendali bagai boneka” diteriakkan dengan kesumat di tenggorokan, terutama di atas musik mosh-style hardcore ala Sick of It All dan Judge yang terdengar sangat menyegarkan di zaman lagu protes didominasi balada model Iwan Fals atau almarhum Franky Sahilatua. Meski dirilis pada tahun 1995 sebagai bagian dari debut “Not A Pup” EP, saya mendengarnya jauh hari dari bootleg rekaman radio. Dirilis juga di album kedua mereka “MK II” di tahun keruntuhan Suharto, namun saya lebih menyukai versi pertama yang lebih raw. Salah satu lagu terbaik mereka yang selalu dibawakan dalam setiap panggung dan crowd selalu ikut bernyanyi bersama. Well, setelah ‘Freedom to Defecate’ memang.

Runtah – Smash The State

Sebelum ‘Punx N Skins’ dirilis, lagu protes Indonesia cenderung selalu bernada patriotik dan ditulis dalam kerangka ‘bela negara’. Anarkisme lebih sering dikenal sebagai kata yang mengerikan dibanding sebuah ide tentang perjuangan melawan penindasan negara. Dalam hal ini, Runtah lebih dari sekedar salah satu band punk pertama di Indonesia, mereka band pertama yang mengusung Anarkisme sebagai sebuah ide, memperkenalkan penindasan otoritas dan korporasi pada para punk yang mulai menjamur pasca skena independen di Bandung meledak di pertengahan 90an. Mulai mempopulerkannya lewat panggung, album dan fanzine untuk kemudian menginspirasi gelombang generasi anarko punk selanjutnya di seantero nusantara. Album ini bisa jadi salah satu album punk terbaik di tanah air sepanjang masa, menggerus apapun mulai dari pemerintahan, sekolah, mengangkat gelas bir, hingga lirik tentang menampar penyiar radio.
Pam, Awing dkk membuat sebuah cetak biru bagaimana membuat sebuah album punk di tataran lokal. Lagu ini pembuka album tersebut. Dengan musik yang menyambar The Vandals dan Buzzcocks, memiliki lirik berbahasa inggris, namun nampaknya menerjemahkan kalimat seperti “Government is full of shit” bukan perkara sulit. Sebagai catatan tambahan ini dilakukan di era Suharto masih berjaya, meski album mereka dirilis di awal 1998 lewat Riotic Records.

Hark! Its A Crawling Tartar – Syamsul Bahri Menggugat

Salah satu band terbaik di tanah air yang tak berumur lama, melahirkan album dahsyat yang ironisnya tak pernah secara resmi dirilis disini. Meminjam narasi novel legendaris Siti Nurbaya karya Marah Rusli, Hark! menempatkan Samsul Bahri sebagai simbol kekinian untuk mengacungkan jari tengah pada tradisi. Semangat tersebut kali ini tidak datang dengan latar belakang musik Minang, namun dengan sound down-tuned Scandinavian Hardcore ala Tragedy/From Ashes Rise lengkap dengan intro super-catchy sebelum masuk pada bagian d-beat crust gaspol khas Anti-Cimex dimana Ari Ernesto sang vokalis meneriakkan kalimat-kalimat seperti “Menggiring lanskap feodal ke meja hijau!” dan “Pertanyai buku suci, ludahi tradisi!”.
Hark! melahirkan lagu kebangsaan anti-konservatisme dan anti-feodalisme baru bagi generasi ini. Album “Dorr Darr Gelap Communiqué” dirilis tahun 2006 oleh Thrash Steady Syndicate, label DIY Singapura. Atas nama usaha pemakaman feodalisme yang berkelanjutan di tanah air, nampaknya seseorang harus merilis ulang album semata wayang mereka di Indonesia sebagai bahan menyusun kurikulum pendidikan anti-raja dan anti-sultan bagi anak-anak kita.

Efek Rumah Kaca – Di Udara

Mustahil tidak mengikutsertakan lagu ini yang nyaris menjadi favorit semua orang. Ketika pertama kali di 2007 lampau saya mendengar kabar ada band lokal baru yang keren nyerempet Jeff Buckley dan ber-folk rock ria, saya tak pernah menyangka mereka memiliki lagu protes sekuat ini. Di era pasca-reformasi membuat lagu protes yang menginspirasi adalah sesuatu yang tidak mudah karena kebanalan protes itu sendiri. Tak percaya? silahkan dengar kembali lagu-lagu protes Ahmad Dhani di “Ideologi, Sikap, Otak” yang norak itu. Dalam hal ini, Efek Rumah Kaca memberi contoh bagaimana melakukannya dengan benar (baca: keren).
Pada dasarnya lagu ini mengangkat pembunuhan sistematis almarhum Munir yang dilakukan oleh negara, namun Cholil, Adrian dan Akbar menulis lagu ini dengan kekuatan lirik yang melampaui memori Munir itu sendiri. Ia bercerita tentang kekuatan tekad dan keyakinan yang tidak bisa dibungkam oleh apapun, termasuk oleh terror dan kekuatan militeristik, mengingatkan saya kembali pada konsekuensi keberpihakan namun ERK membuatnya jauh dari kesan martyrdom. Sampai sekarang bulu kuduk saya selalu berdiri ketika lagu ini mereka mainkan di panggung.

Swami – Bongkar

No matter how shitty Iwan Fals is now, saya tak bisa menyangkal ia pernah menulis salah satu lagu protes paling hebat di Indonesia.Saya bilang Iwan Fals, karena saya tak yakin anggota sisa Swami lainnya memiliki intuisi cantik dan nyali menulis dan melempar lagu yang menyerukan pemberontakan di tengah rezim yang sedang kuat-kuatnya menjajah. Lagu ini bisa ditemukan di tengah demonstrasi manapun sejak ia dirilis, dari aksi di Semanggi hingga pemogokan pabrik tekstil di Cibabat, di penggusuran PKL hingga penolakan kooptasi lahan di Bandung Utara.Saya pernah menyaksikan, pada sebuah aksi pendudukan TVRI lokal di Cibaduyut 13 tahun lampau, seorang warga yang ikut ke dalam barisan mengayunkan lempengan besi pagar ke barikade Brimob, dengan menyanyikan bait “Ternyata kita harus ke jalan/ Robohkan setan yang berdiri mengangkang”.
This is an ultimate riot folk song. Dengan latar belakang protes atas penenggelaman sebuah desa untuk kepentingan pembuatan waduk di Kedung Ombo, konon lirik lagu ini sudah mengalami pengeditan setelah Iwan diyakini anggota Swami lain dan kerabatnya untuk merubahnya agar bisa tetap dirilis. Dengan kemegahan dan kekuatan lagu ini, saya hampir tak bisa percaya jika ini ditulis oleh Iwan Fals yang sama yang hari ini muncul di iklan kopi sambil menyeru ‘Bongkar!’ tiga kali dan mereduksinya menjadi lawakan komersil. Ironisnya, ini terjadi di zaman yang sudah relatif aman untuk bersuara garang dan penindasan bercorak akumulasi primitif yang melatarbelakangi lagu ini semakin nyata (jika tak bisa dibilang bertambah), dari Sampalan hingga Kulon Progo, dari Bima, Mesuji hingga Sidoarjo.

Iwan Abdurrahman – Mentari

Lagu protes terbaik di negeri ini lahir dalam bentuk balada melankolis. Dengan latar belakang pemberontakan mahasiswa yang massif tahun 77-78 yang menolak pencalonan kembali Soeharto sebagai Presiden termasuk mencela pembangunanisme-nya, kebijakan utang luar negeri serta proyek pembangunan Taman Mini Indonesia Indah. Harto meresponnya dengan NKK/BKK (Normalisasi Kehidupan Kampus/Badan Koordinasi Kemahasiswaan) yang menempatkan militer menduduki kampus-kampus dan para aktivisnya dibui. Abah Iwan menulis lagu ini bagi mereka yang berada di garis depan dan dipenjarakan. Saat pertama kali mendengarnya, saya tak begitu peduli karena versi yang Bapak putar di tahun 80-an dulu dinyanyikan Euis Darliah tidak menarik perhatian.Hingga tiba saat kuliah dan berada ditengah-tengah massa aksi yang dengan hikmat menyanyikan lagu ini seolah himne perang sebelum merangsek barikade ‘bubur kacang hijau’ di circa 95-96an.
Lirik lagunya tidak secara langsung menyerukan protes, namun memiliki kombinasi nada dan lirik yang berpotensi menginjeksi nyali dan nyaris melenyapkan rasa takut. Ketika bait terakhir “Hari ini hari milikku” habis dinyanyikan ia memiliki efek yang serupa dengan melahap sebaskom mushroom tai kerbau dan berhalusinasi jika senjata yang ditenteng tentara didepan kalian itu adalah senjata plastik, meski pada akhirnya tetap saja benjut dan bocor dipopor. Hari ini rezim tak perlu militer untuk menjinakkan perlawanan dari kampus, cukup mengetatkan waktu studi dan sederet peraturan akademis cemen untuk merubah mahasiswa menjadi kambing. Aktivisme politik mereka hari ini paling banter menjadi cunguk elit para alumnus/senior mereka yang bertebaran jadi pedagang politik di luar sana.
Sumber

Galery Berita Unik Dan Menarik
Galery Berita unik dan Menarik Updated at: 2/20/2013 11:00:00 PM

Laba-laba Raksasa Di Atas Atap

Seorang seniman bernama Marlin Peterson telah membuat lukisan tiga dimensi dua ekor laba-laba raksasa di atap bangunan Center Armory kota Seattle, Amerika Serikat. Lukisan ini nampak hidup dan terlihat seperti nyata. Masalahnya akan menjadi heboh bila Google telah mengupdate citra satelit mereka dan gambar ini tertangkap oleh Google Maps.
Galery Berita Unik Dan Menarik
Galery Berita unik dan Menarik Updated at: 2/20/2013 06:36:00 AM

Minggu, Februari 17, 2013

Pahatan Es Terbesar Dari Harbin


WAh...!!!'. Pasti hal itu yang pertama dirasakan saat mengunjungi bangunan es yang indah dan besar namun bisa jadi bersuhu minus 35 derajat Celsius tersebut. Tapi ngapain juga ya membuat bangunan di tempat bersuhu minus 35 derajat Celsius?

Acara Harbin International Ice and Snow Festival ini diadakan setiap tahun dan merupakan acara dimana para pemahat es bisa mempertunjukkan kehebatan-kehebatan mereka membuat pahatan dari es.

Festival tersebut akan dimulai secara resmi pada 5 Januari 2009 dan diharapkan akan dikunjungi sekitar 800.000 orang, dimana 90 persen adalah orang Cina, seperti yang dijelaskan oleh Jia Yan, direktur biro pariwisata setempat.

Dalam acara tersebut, para pemahat membuat bangunan-bangunan tradisional Cina berukuran seperti aslinya dan juga penuh dengan warna-warni.

Selain itu, para pemahat itu juga membuat patung Santa dari salju yang berukuran 160 meter dimana menurut para organizernya merupakan yang terbesar di dunia.

Harbin sendiri adalah ibukota provinsi Heilongjiang yang berlokasi didaerah pinggiran Siberia, kota di Cina bagian utara dan merupakan salah satu kota terdingin di Cina. Di musim dingin, suhunya bisa mencapai minus (-)35 derajat Celsius.

Meski berlokasi disalah satu kota terdingin, toh para organizer mengungkapkan akibat adanya pemanasan global membuat pahatan-pahatan salju dan es tersebut jadi lebih cepat mencair ketimbang diwaktu-waktu yang silam.

Cuaca berubah antara dingin dan panas, dan hal itu membuat esnya sangat basah dan licin. Sangat berbahaya buat kami,jelas Tang Guangjun, salah seorang pemahat lewat Dailymail.co.uk.

Menurut Li Qingsheng, seorang turis dari Beijing, festival tersebut diharapkan bisa meningkatkan dunia bisnis setempat selama krisis ekonomi ini.
Acara itu bisa menstimulasi ekonomi dan komsumsi. Jika orang merasa lebih bahagia, mereka akan mengeluarkan lebih, jadi hal itu bisa mengangkat perekonomian kota (Harbin �red) bahkan juga negara.�

Biasanya nih, festival tersebut berlangsung dari pertengahan Desember hingga awal Februari dan sudah mulai diadakan sejak tahun 1963.

Sumber

Galery Berita Unik Dan Menarik
Galery Berita unik dan Menarik Updated at: 2/17/2013 05:55:00 PM