Sabtu, Februari 23, 2013

Permintaan operasi Miss V naik 5 kali lipat


Labiaplasty atau operasi mempercantik bentuk bibir Miss V kerap dipercaya dapat meningkatkan gairah seks. Di Indonesia, labiaplasty masih menjadi pembicaraan yang tabu. Banyak kontroversi yang menyatakan bahwa hal ini adalah akibat dari suatu tindakan eksploitasi wanita.

Namun tidak demikian di Inggris. Banyak rumah sakit di sana menyatakan bahwa pasien labiaplasty meningkat sebanyak lima kali lipat. Bahkan menurut konsultan ginekolog Dr. Sarah Creighton, ada beberapa pasien yang masih berusia 11 tahun telah melakukannya.

Biaya yang harus dikeluarkan untuk melakukan operasi ini lebih dari Rp 42 juta. Harganya yang cukup mahal tidak mengurungkan niat wanita-wanita di Inggris untuk melakukannya. Data yang dimiliki National Health System (NHS) menyebutkan bahwa mereka telah melakukan prosedur operasi kepada lebih dari 2.000 wanita di Inggris tahun lalu, seperti dikutip dari Dailymail.

Meskipun demikian, tidak semua wanita bisa melakukan labiaplasty. Mereka yang ingin menjalani operasi harus memenuhi syarat-syarat yang berlaku. Seperti NHS yang memberikan syarat bahwa wanita yang merasa nyeri selama melakukan hubungan seksual, ketidaknyamanan berpakaian karena sering lecet, atau gangguan hormonal setelah melahirkan yang dapat memperbesar dan merusak bentuk bibir vagina.

Bagi yang tidak memiliki alasan-alasan fisik di atas namun merasa depresi dan stres yang berkepanjangan. Karena hal tersebut dapat mengunjungi psikolog dan meminta rujukan untuk melakukan labiaplasty untuk menyembuhkan rasa depresi dan stres.

Sebuah penelitian amal bahkan merilis sebuah film animasi yang menjelaskan alasan-alasan mengapa banyak wanita di Inggris ingin melakukan operasi pada bagian genitalnya ini. Film animasi berjudul 'Wellcome Trust’s Centrefold Projectter' ini fokus pada tiga wanita yang telah menjalani labiaplasty dan mengapa ketiga wanita tersebut mau berada di meja operasi.

Wanita pertama yang diwawancarai mengaku bahwa dia merasa tidak percaya diri karena bentuk labianya yang memanjang, wanita kedua takut kehilangan suaminya karena bentuk labianya yang besar tidak seperti wanita pada umumnya. Sementara wanita ketiga merasa bentuk labianya sangat menjijikkan karena bukan hanya memanjang tetapi juga menghitam dan berkeriput.

Walaupun ada efek negatif yang dirasakan setelah menjalankan operasi. Dengan ketiga alasan yang berbeda dan terdengar menyakinkan inilah yang membuat mereka mantap untuk melakukan labiaplasty.
Sumber

Galery Berita Unik Dan Menarik
Galery Berita unik dan Menarik Updated at: 2/23/2013 11:50:00 PM

Gunung Krakatau, Ledakannya 30.000 Kali Bom Atom di Hiroshima

Krakatau adalah kepulauan vulkanik yang masih aktif dan berada di Selat Sunda antara pulau Jawa dan Sumatra. Nama ini pernah disematkan pada satu puncak gunung berapi di sana yang, karena letusan pada tanggal 26-27 Agustus 1883, kemudian sirna. Letusannya sangat dahsyat dan tsunami yang diakibatkannya menewaskan sekitar 36.000 jiwa. Sampai tanggal 26 Desember 2004, tsunami ini adalah yang terdahsyat di kawasan Samudera Hindia. Suara letusan itu terdengar sampai di Alice Springs, Australia dan Pulau Rodrigues dekat Afrika, 4.653 kilometer. Daya ledaknya diperkirakan mencapai 30.000 kali bom atom yang diledakkan di Hiroshima dan Nagasaki di akhir Perang Dunia II.



Letusan Krakatau menyebabkan perubahan iklim global. Dunia sempat gelap selama dua setengah hari akibat debu vulkanis yang menutupi atmosfer. Matahari bersinar redup sampai setahun berikutnya. Hamburan debu tampak di langit Norwegia hingga New York.



Ledakan Krakatau ini sebenarnya masih kalah dibandingkan dengan letusan Gunung Toba dan Gunung Tambora di Indonesia, Gunung Tanpo di Selandia Baru dan Gunung Katmal di Alaska. Namun gunung-gunung tersebut meletus jauh di masa populasi manusia masih sangat sedikit. Sementara ketika Gunung Krakatau meletus, populasi manusia sudah cukup padat, sains dan teknologi telah berkembang, telegraf sudah ditemukan, dan kabel bawah laut sudah dipasang. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa saat itu teknologi informasi sedang tumbuh dan berkembang pesat.



Tercatat bahwa letusan Gunung Krakatau adalah bencana besar pertama di dunia setelah penemuan telegraf bawah laut. Kemajuan tersebut, sayangnya belum diimbangi dengan kemajuan di bidang geologi. Para ahli geologi saat itu bahkan belum mampu memberikan penjelasan mengenai letusan tersebut.



Sumber

Galery Berita Unik Dan Menarik
Galery Berita unik dan Menarik Updated at: 2/23/2013 06:25:00 PM