Tampilkan postingan dengan label Jagat Raya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jagat Raya. Tampilkan semua postingan

Senin, Oktober 05, 2015

Foto Bumi Pertama Kali Dari Luar angkasa

Saat ini, kecanggihan satelit cuaca dapat menampilkan kondisi Bumi secara real time, bahkan melalui pencitraan yang detail.

Pernahkah Anda membayangkan, bagaimana citra Bumi pertama kali dilihat dari ruang angkasa?

Pencitraan pertama itu diambil oleh satelit cuaca milik Badan Antariksa Amerika Serkat (NASA), TIROS-1 (Television Infrared Observation Satellite) pada 1 April 1960.

Meski foto yang dihasilkan belum begitu spektakuler, namun pengambilan foto Bumi ini sangat bersejarah, sekaligus membuka jalan penggunaan satelit untuk kepentingan survei cuaca global.
Foto Bumi Pertama Kali Dari Luar angkasa
Foto Bumi pertama yang ditangkap satelit TIROS. (NASA)

Dilansir Huffingtonpost, 5 April 2013, satelit TIROS-1 yang seukuran barel bir saat itu hanya menjelajahi langit selama 78 hari.

Satelit tersebut juga mampu menangkap pemandangan pertama topan tropis. Pemandangan ini memberikan informasi berharga bagi para ilmuwan soal fenomena alam itu.

Uniknya, saat itu NASA belum begitu menyadari potensi eksplorasi ruang angkasa.

Dalam keterangan resminya, NASA mengatakan, program TIROS hanyalah uji coba untuk menentukan apakah satelit dapat berguna untuk studi Bumi atau tidak. Pasalnya, pada waktu itu, efektivitas pengamatan satelit belum terbukti, mengingat satelit masih dianggap teknologi baru.

Prioritas pertama program TIROS adalah pengembangan sistem informasi satelit meteorologi. Prakiraan cuaca dianggap aplikasi yang paling menjanjikan dari pengamatan berbasis ruang angkasa.
Foto Bumi Pertama Kali Dari Luar angkasa
"TIROS terbukti sangat sukses. Satelit inilah yang pertama kali memberikan perkiraan cuaca yang akurat berdasarkan data yang dikumpulkan dari ruang angkasa, " jelas NASA.

Selanjutnya, TIROS melanjutkan cakupan cuaca Bumi pada tahun 1962, dan digunakan oleh ahli meteorologi di seluruh dunia.

Keberhasilan program ini didukung oleh berbagai jenis instrumen dan konfigurasi orbital mengarah pada pengembangan satelit pengamatan meteorologi yang lebih canggih.

Hingga tahun 1965, sudah ada lebih dari sembilan satelit TIROS yang diluncurkan, sebelum satelit itu diganti seri program satelit ESSA (Environmental Science Services Administration). Terima kasih, TIROS.


Galery Berita Unik Dan Menarik
Galery Berita unik dan Menarik Updated at: 10/05/2015 05:45:00 AM

Jumat, Maret 21, 2014

Masihkah Anda Sombong Setelah Melihat Gambar ini?

Sungguh Maha Besar, Melihat Ciptaan-Nya saja Kita tidak mampu apalagi Melihat Allah SWT, Renungkanlah bahan bacaan di bawah ini semoga kita terhindar dari Perbuatan Sombong. Sesungguhnya kita Sangat Kecil di Mata ALLAH SWT.

Tim unikaneh.com mendapatkan beberapa gambar mengenai perbandingan ukuran bumi, diantara beberapa bagian di jagat raya ini.

Gambar menunjukkan besar bumi dibandingkan dengan planet2 yang ukurannya lebih kecil, yaitu : Venus, Mars, Mercury, dan Pluto.

Lalu kita lihat gambar di bawah ini…

Ini bumi dibandingkan dengan planet2 yang lebih besar.. Ada Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.

Selanjutnya…

Perhatikan Bumi apabila dibandingkan dengan Matahari.

Next…

Apabila dibandingkan dengan Arcturus, Matahari saja sudah terlihat sangat kecil, apalagi Bumi.

Sampai sini…

Dan disini matahari sudah tak terlihat, bagaimana dengan bumi..?

Dengan perbandingan diatas tadi, setidaknya kita menjadi sadar betapa kecilnya bumi, apalagi kita sebagai penghuninya. Terbayang jelas jagat raya yang sangat besar pada gambar skala-skala diatas. Bumi kita tidak kelihatan lagi di sini , bahkan matahari hanya sebesar debu.

Antares adalah bintang ke-15 yang paling terang di angkasa. Sebenarnya masih banyak yang lebih besar lagi dari Antares, tapi belum ada bukti dan bahkan satelit huble tercanggihpun belum bisa memotretnya.

Saya sempat berpikir juga… Siapakah kita…?
Layakkah kita sombong dihadapan ALLAH ?
Apakah tujuan hidup kita…?
Apa yang membuat hidup kita, manusia, berharga, mulia dihadapan ALLAH…?

Bumi saja yang menurut kalian besarnya cuma setitik, gimana kalian yang sangat kecil??? jadi.. tidaklah pantas manusia berjalan di atas muka bumi ini dengan sombong terhadap sesama makhluk Allah, apalagi berlaku sombong terhadap Penciptanya, Yang Maha Besar, Allah SWT.

Sumber
Galery Berita Unik Dan Menarik
Galery Berita unik dan Menarik Updated at: 3/21/2014 01:53:00 PM

Sabtu, November 30, 2013

Ilmuwan Rusia Temukan Kehidupan Di Venus


Beberapa benda yang menyerupai makhluk hidup terdeteksi dalam sejumlah foto yang diambil mesin pendarat atau penjelajah "probe" milik Rusia pada 1982. Demikian laporan sebuah artikel yang diterbitkan majalah Solar System Research, seperti dikutip Zeenews.com.

Leonid Ksanfomaliti dari Lembaga Penelitian Ruang Angkasa Rusia Academy of Sciences menerbitkan sebuah penelitian yang menganalisis foto-foto dari misi Venus hasil sebuah mesin pendarat "probe" Soviet, Venus-13, pada 1982. Foto-foto itu menampilkan beberapa sejumlah objek yang mirip sebuah "disk", "flap hitam", dan "kalajengking".

Menurut para ilmuwan, semua benda itu "muncul, berfluktuasi, dan menghilang", dengan merujuk ke lokasi mereka yang berpindah seperti tampilan pada foto lainnya dan jejak-jejak di tanah.

"Bagaimana bisa kita melupakan tentang teori-teori saat ini tentang tidak adanya kehidupan di Venus. Sekarang, marilah kita dengan yakin menyarankan bahwa fitur morfologi objek itu akan memungkinkan kita untuk mengatakan bahwa mereka hidup," kata Ksanfomaliti.

Teori Venus sebelumnya menyatakan bahwa tidak ada data bukti keberadaan kehidupan di Venus, dengan suhu tanahnya yang mencapai 464 derajat Celcius
Sumber
Galery Berita Unik Dan Menarik
Galery Berita unik dan Menarik Updated at: 11/30/2013 05:00:00 PM

Asteroid Raksasa Akan Menabrak Bumi

Ini cerita tentang asteroid. Benda dari angkasa luar, yang belakangan ini banyak diberitakan bakal bersenggolan dengan bumi. Awal Februari lalu, para ilmuwan Rusia memperkirakan bahwa sebuah asteroid akan menabrak bumi, 13 April 2036. Benda mirip batu sepanjang 269 meter itu diberi nama Apophis.

Belum lagi persiapan menghadapi Apophis tuntas, ancaman baru datang lagi. Kali ini menurut para ahli dari Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) di Amerika Serikat. Asteroid sebesar 460 kaki, sekitar 140 meter bakal bersenggolan dengan bumi pada 5 Februari 2040.
Jumat, 2 Maret 2012, sejumlah televisi internasional ramai menayangkan simulasi NASA soal tabrakan itu. Asteroid ini diberi nama AG 5 2011.

Diteliti semenjak ratusan tahun lalu, hingga hari ini hanya sedikit yang diketahui para ahli tentang bagaimana proses terbentuknya asteroid itu. Sejumlah ahli menyebutkan bahwa asteroid itu merupakan sisa-sisa dari sebuah planet yang hancur akibat ledakan atau menabrak obyek lain.

Tapi sejumlah ahli lain membantah kemungkinan itu. Menurut mereka, asteroid adalah sebuah benda yang berdiri sendiri, beredar di angkasa luar dan bisa ditarik daya gravitasi planet termasuk bumi. Benturan bisa terjadi.

Dan belakangan ini, ada banyak dari jagat raya itu beredar dekat bumi dan ada pula yang bersenggolan. Entah karena kian sering -- sebagaimana diberitakan Daily Mail, 28 Februari 2012 -- Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) serius membahas soal asteroid itu.

Badan dunia itu memang memiliki unit yang disebut Tim Aksi Obyek Dekat Bumi. Tim ini, misalnya, sudah mulai membahas bagaimana mengalihkan orbit batu raksasa ini agar tidak bersenggolan dengan bumi. Agar kerusakan bisa dihindari.

Tim itu terus berdiskusi dengan para ahli dari NASA. Dan berdasarkan perhitungan badan antariksa itu, peluang benda keras berukuran besar itu menabrak bumi adalah 1:625. Tapi Donald Yeomans, Kepala Program Observasi Obyek Dekat Bumi di Laboratorium Jet Propulsion dari NASA, menambahkan bahwa prediksi itu bisa berubah. Sebab benda itu juga terus berubah.

Meski tidak menyebabkan kiamat-- sebab ukurannya tidak begitu menakutkan -- benda itu akan berbahaya jika menghujam kota. Korban nyawa akan jatuh, meski mungkin tidak banyak. Bandingkan dengan Asteroid yang sepanjang sejarah dicatat memicu musnahnya spesies Dinosaurus 65 juta tahun lalu. Ukurannya sembilan mil lebih lebar dari ukuran 2011 AG5.

Tapi lagi-lagi ini masih perhitungan sementara. Sebab para ahi NASA sendiri masih meraba-raba sifat pengerakan asteroid AG5 itu. Jadi ukurannya baru perkiraan sementara. Mereka baru bisa mengamati setengah dari benda itu.

Ukuran persisnya baru diketahui antara tahun 2013 dan 2016 yaitu saat di mana para astronom bisa memonitor 2011 AG5 dari tanah. Dari perhitungan sementara itu diketahui bahwa pada tahun 2023, benda ini akan "lolos dari lubang kunci" yang melindungi bumi, sebelum akhirnya dia menghujam tanah, mungkin dalam ukuran yang sangat kecil.

"Bus Sekolah" Nyaris Tabrak Bumi

Jika dua asteroid itu terus diteliti, Jumat 27 Januari 2012 sdbuah asteroid berukuran kecil nyaris bersenggolan dengan bumi. Benda seukuran bus sekolah itu berada di jarak 60.000 kilo meter dari bumi. Para astronom ramai melansir bahwa benda itu nyaris bersentuhan dengan bumi.

Sebelum tanggal 27 Januari itu, NASA sudah memperingatkan dunia. Para ahli di sana sudah melansir bahwa sebuah asteroid seukuran bus sekolah akan melewati bumi. Tapi dia lewat dalam jarak yang aman. Pemberitahuan itu disampaikan badan itu dengan berbagai cara, termasuk mengumumkannya di media sosial seperti Twitter.

Direktur Pusat Penelitian Planet-planet Kecil di AS, Gareth William menegaskan bahwa asteroid yang oleh para ahli diberi nama 2012 BX34 itu masuk daftar 20 besar asteroid yang diketahui berputar tidak jauh dari bumi.

Tapi karena ukurannya sangat kecil, benda ini baru bisa dideteksi ketika jaraknya cukup dekat."Obyek ini sangat kecil, bahkan ketika menabrak Bumi, ia tak akan selamat melewati `tmosfer. Meski hanya satu potong," kata Gareth William seperti dimuat situs AsiaOne, Sabtu 28 Januari 2012.

Asteroid 2012 BX34, yang memiliki diameter 6 hingga 9 meter, gampang hancur saat memasuki perisai Bumi. Kalaupun ada sisanya, paling seukuran kepalan tangan. Dan akan jatuh ke Bumi sebagai meteorit.

November 2011 lalu, asteroid dengan ukuran jauh lebih besar, sebesar kapal induk, pernah lewat dekat Bumi. Asteroid yang diberi nama 2005 YU55 itu melintasi Bumi dengan jarak terdekatnya dalam waktu 200 tahun. Asteroid berdiameter 400 meter itu lewat pada jarak yang lebih jauh lagi ketimbang "bus sekolah itu". Sekitar 324.600 kilometer dari Bumi.

Tapi para ilmuwan luar angkasa tidak pernah menganggap remeh asteroid. Bukan tidak mungkin ia menjadi penyebab bencana. Seperti yang terjadi 65 juta tahun lalu di Yukatan.

Asteroid raksasa yang lolos masuk Bumi menghamburkan debu yang menyebabkan cahaya matahari tertutup. Dunia pernah dilanda musim dingin ekstrem, yang disebut-sebut menjadi salah satu penyebab punahnya Dinosaurus.

Salah satu asteroid yang masuk radar pengamatan adalah Aphopis, yang ditemukan 19 Juni 2004. Panjang 269 meter. Benda itu akan berada dalam jarak sangat dekat dengan Bumi pada 13 April 2029, tapi tidak sampai menabrak.

Namun, saat kembali melintasi Bumi pada 13 April 2036, asteroid ini bisa jadi punya kesempatan, meski sangat tipis, untuk menyenggol Bumi.

Skenario PenyelamatanNASA dan sejumlah ilmuwan luar angkasa sudah menyiapkan langkah antisipasi guna menghindari kemungkinan saling bersenggolan, sekecil apapun kemungkinannya.

Salah satu skenario penyelamatan bumi adalah dengan mengirimkan pesawat ke asteroid tersebut. Pesawat itu dirancang untuk memberi efek gravitasi, yang mampu mengarahkan asteroid itu menjauh dari bumi, selama jutaan tahun cahaya.

Opsi lain, persis seperti cerita di film "Armageddon". Sebuah satelit pun dipersiapkan untuk ditabrakkan ke asteroid tersebut.

Selian dua cara itu, penggunaan teknologi nuklir juga pernah dibahas. Tapi, nuklir dikhawatirkan tidak menyelesaikan masalah, dan malah menciptakan hujan
Sumber
Galery Berita Unik Dan Menarik
Galery Berita unik dan Menarik Updated at: 11/30/2013 04:55:00 PM

Selasa, Maret 12, 2013

Bumi Saat Ini Mencapai Keadaan Terpanas


Taukah kamu jika kondisi panas di bumi saat ini sudah masuk dalam keadaan pada titik terpanas sejak bumi di terbentuk selama 11.300 tahun silam.
Kondisi suhu bumi yang masuk dalam titik terpanasnya ini bukan tanpa penelitian, menurut penelitian yang dilakukan ara ilmuwan di Hawaii, Mauna Loa Observatorium menemukan tingkat kadar CO2 di dalam atmosfer mengalami peningkatan seperti yang kita ketahui co2 merupakan penyebab terjadinya efek rumah kaca yang menyebabkan bumi menjadi panas.

Selain itu ditemukan juga suhu permukaan global sampai dengan 1500 tahun terakhir telah memperingatkan bahwa pemanasan global seperti ini belum pernah terjadi sebelumnya.
Peningkatan suhu bumi yang memasuki titik terpanasnya ini jika tidak ditangani maka akan memusnahkan kehidurpan yang ada di bumi tentunya ini sangat berbahaya.

Sekertaris Jenderal Iklim Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), Christiana Figueres mengambil sikap untuk segera melakukan tiddakan agar pemanasn bumi tidak mengancam umat manusia.
“Tindakan cepat sangat diperlukan agar tidak memperbutuk perubahan iklim yang akan berdampak pada kehidupan manusia ke depannya,” ujar Figueres.

Faktor utama dalam pemenasan bumi adalah penggunaan bahan bakar Fosil yang selalu menghasilkan jutan ton co2 setiap harinya yang dielaskan di udara.
Sumber

Galery Berita Unik Dan Menarik
Galery Berita unik dan Menarik Updated at: 3/12/2013 02:20:00 PM

Rabu, Februari 20, 2013

Misteri Air di Bulan Terjawab Sudah


Para ilmuwan selama ini sibuk berusaha memecahkan misteri soal ditemukannya air di bulan. Kini mereka telah menemukan jawaban bahwa sumber air tersebut adalah aliran partikel dari Matahari.

Penemuan yang diungkap para peneliti dari University of Michigan itu menunjukkan bahwa es di dalam kawah yang secara permanen tertutup bayangan bulan, mengandung atom hidrogen yang dibawa angin Matahari.

Mereka menganalisa sampel Apollo yang mengungkap keberadaan sejumlah hydroxyl. Senyawa itu ada di dalam gelas yang terbentuk karena tumbukan meteorit mikro di bagian regolith.

"Kami menemukan bahwa komponen air tersebut atau hydroxyl yang terletak di regolith. kebanyakan merupakan hasil dari angin Matahari yang mengandung proton. Senyawa ini bila digabungkan dengan aksigen akan membentuk hydroxyl," terang ahli Geological Science, Youxue Zhang.

"Ini juga berarti hasil kerja kami menunjukkan bahwa ada komponen hydroxyl di berbagai benda. Meskipun tidak dalam bentuk es atau benda cair, nantinya tetap akan bermanfaat untuk misi mengirimkan manusia kebulan," imbuhnya.
Sumber

Galery Berita Unik Dan Menarik
Galery Berita unik dan Menarik Updated at: 2/20/2013 06:24:00 AM

Selasa, Februari 12, 2013

Foto Menakjubkan Permukaan Matahari

Matahari yang bersinar begitu cerahnya di siang hari, tentu sangat sulit bagi mata manusia biasa untuk memandangnya, apalagi melihat permukaannya karena cahaya nya yang menyilaukan mata, bahkan dengan bantuan teleskop sekalipun. Memandang langsung matahari bisa mengakibatkan kebutaan.

Namun anda jangan kuatir, anda bisa menikmati pemandangan "indah" permukaan Matahari yang berhasil diabadikan dengan menggunakan teleskop khusus yang harganya beberapa ribu dollar, yang memiliki kemampuan memfilter cahaya matahari yang merusak lewat foto-foto dibawah ini.

Selamat menikmati foto menakjubkan permukaan matahari yang begitu detail berikut :






Sumber
Galery Berita Unik Dan Menarik
Galery Berita unik dan Menarik Updated at: 2/12/2013 10:38:00 PM

Kehidupan Planet Mars


Manusia mulai mencari kehidupan di Mars sejak 1976, setelah adanya foto yang mirip manusia duduk di tumpukan batu beberapa waktu lalu, kini muncul lagi bukti baru. Kamera teleskop berhasil menangkap sembilan piramida di permukaan Mars. Piramida itu bukan buatan alam. Piramida itu menggambarkan wajah manusia dan hewan, juga gambar besar yang memperlihatkan profil primata dan anjing.

Para ilmuwan sebelumnya mengatakan bahwa gambar-gambar yang diambil dengan Spirit Rover berisi foto dari lima spesies primata, salah satu yang bernama 'Sendak'. Basiago yakin bahwa Mars dulunya berkembang masyarakat memiliki peradaban tinggi.
Kemudian terjadi bencana dahsyat yang menghancurkan hampir semua yang berada di sekitar Planet Mars pada 11.500 tahun lalu, serta Atlantis di Bumi. Beberapa pengamat Mars percaya bahwa, makhluk Mars yang tersisa dari bencana tersebut pindah ke Bumi.

Para ahli badan antariksa Amerika Serikat (NASA), mengatakan mereka telah mendeteksi bukti adanya air dalam bentuk cair di permukaan Mars pada tahun-tahun terakhir ini. Indikasi tersebut menguatkan harapan bahwa tanda-tanda kehidupan di planet merah itu masih dapat ditemukan. Wahana luar angkasa yang mengelilingi Mars telah memfoto parit-parit yang mengindikasikan air pada dasawarsa lalu pernah mengalir di sana.

"Pengamatan ini memberi bukti terkuat hingga saat ini yaitu air masih mengalir sekali-kali di permukaan Mars," kata Michael Mayer, kepala program eksplorasi Mars milik NASA yang berpusat di Washington.

"Kita telah punya bukti adanya air di masa lampau. Hari ini, kita berbicara tentang air dalam bentuk cair yang sekarang ini ada di Mars," kata Kenneth Edgett, ilmuwan dari Malin Space Science Systems di Kalifornia yang ambil bagian dalam riset tersebut. Parit-parit berbentuk jari tersebut panjangnya beberapa ratus meter.

Parit-parit itu "seperti yang anda lihat jika material terbawa air yang mengalir," kata Michael Malin, pimpinan periset gambar-gambar yang diambil pada 2004 dan 2005 oleh wahana antariksa Mars Global Surveyor (MGS) milik NASA.

Para ahli bintang sudah sejak lama membayangkan adanya kehidupan di Mars, dan penampakan air dalam bentuk cair merupakan sesuatu hal yang penting mengenai kemungkinan tersebut. Permukaan Mars terlalu dingin untuk air dalam bentuk cair, namun para ilmuwan percaya, air di bawah tanah merembes ke permukaan lalu dengan membawa debu, air mengalir cukup panjang hingga membentuk parit, sebelum akhirnya beku.

Deposit yang berwarna terang di parit, menurut para ilmuwan, kemungkinan merupakan permukaan beku yang diisi es dari dalam deposit. Kajian tentang bukti adanya air di Mars akan dipublikasikan pada 8 Desember di majalah Science.

MGS telah memotret 2.400 foto permukaan Mars sejak 1997, namun NASA kehilangan kontak dengan wahana antariksa itu sejak November. Gambar-gambar tersebut di antaranya berupa ribuan parit kecil. Pada 2005 wahana itu mendeteksi dua parit baru yang tidak ada dalam pemotretan sebelumnya. Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa Mars pernah berhawa hangat, lembab dan masih ada es di bawah permukaan ujung kutubnya.

Para peneliti mengaku foto-foto baru tersebut tidak langsung membuktikan adanya air namun bukti itu merupakan indikasi adanya aliran di parit dari material yang dibawa aliran air dan bisa mengisi lima sampai 10 kolam renang.

Dalam artikel di majalah Science, para ahli mengatakan riset mereka telah sampai pada kesimpulan "Merupakan suatu kemungkinan bahwa air dalam bentuk cair ada di bawah tanah dan muncul ke permukaan."

Beberapa ilmuwan mengatakan parit-parit tersebut mungkin terbentuk dari karbon dioksida (CO2) cair yang muncul ke permukaan, namun para ahli NASA menilai kemungkinan tersebut tipis karena sulit mengubur CO2 yang mudah menguap.

Para ahli NASA dan ahli lainnya ingin melakukan percobaan-percobaan baru untuk menambah kemajuan terhadap pencarian air dan kehidupan di Mars, namun pada Rabu mereka mengemukakan jumlah asteroid yang menabrak Mars menjadi rintangan besar untuk mengirimkan misi manusia ke Mars.

Wahana MGS telah mendeteksi banyak kawah-kawah baru yang terbentuk akibat benturan asteroids dengan Mars pada tahun-tahun terakhir. NASA mengatakan sekitar selusin benturan terjadi setiap tahun, beberapa di antaranya menimbulkan ledakan besar dan meninggalkan kawah sebesar lapangan sepak bola.

Sumber
Galery Berita Unik Dan Menarik
Galery Berita unik dan Menarik Updated at: 2/12/2013 10:20:00 PM

Rabu, Februari 06, 2013

Meteor Jatuh Ke Bumi, Membawa Fosil Makhluk Luar Angkasa


Fosil diatom dari meteor yang jatuh di Sri Lanka
Struktur fosil pada sampel meteor yang jatuh di Sri Lanka dapat ditafsirkan sebagai bukti tegas adanya biologi, atau bukti kehidupan di luar planet Bumi.

Fosil kecil dalam sampel meteor jatuh di Sri Lanka pada bulan Desember tahun 2012 lalu merupakan bukti adanya kehidupan di luar bumi. Dalam penelitian itu, Wickramasinghe menggunakan mikroskop elektron untuk mempelajari sisa-sisa meteorit besar yang jatuh di dekat Sri Lanka, desa Polonnaruwa pada tanggal 29 Desember 2012.

Fosil Diatom Luar Angkasa Terbawa Meteor
Wickramasinghe, seorang direktur Buckingham Centre for Astrobiology di Universitas Buckingham, Inggris dari makalah Chandra Wickramasinghe yang diterbitkan Journal of Cosmology, menyatakan bahwa dirinya telah menemukan bukti kuat adanya kehidupan di seluruh alam semesta.

Desember lalu, dia dan rekannya menemukan karakteristik mikrostruktur dan morfologi kelas diatom terestrial. Mereka menyimpulkan bahwa adanya struktur semacam ini di luar angkasa dapat ditafsirkan sebagai bukti tegas adanya biologi, atau bukti kehidupan di luar planet Bumi.
Wickramasinghe dan astronom Sir Fred Hoyle, mengembangkan teori Panspermia, yang menyatakan adanya kehidupan di seluruh alam semesta dan disebarkan melalui meteor dan asteroid.

Identifikasi fosil diatom (kelompok alga plankton yang paling sering ditemui, kebanyakan bersel tunggal) dalam meteorit Polonnaruwa sangat layak dan tidak diragukan, karena dianggap sebagai fragmen komet yang sudah punah.

Pada tahun 1962, Hoyle dan Wickramasinghe mempelopori teori butiran karbon di ruang angkasa untuk menggantikan teori butiran es yang ditentang oleh komunitas astronomi. Tetapi dengan spektroskopi inframerah, teori butiran es menjadi cara baru menggantikan teori debu karbon.

Selama beberapa tahun setelah meneliti berbagai model meteor, Wickramasinghe menyimpulkan bahwa materi ini sangat mirip dengan biomaterial yang ada pada semua data astronomi, dan mempertimbangkan kemungkinan bahwa biologi ataupun mikrobiologi memiliki karakter universal. Dan tidak ada pengamatan astronomi ataupun informasi baru biologi yang memberikan bukti sebaliknya. Selama hampir lima dekade bukti yang mendukung asal usul kehidupan non-terestrial dan Panspermia telah terakumulasi yang dinilai belum benar.

Semetara astronom Phil Plait menentang temuan Wickramasinghe, dia menyatakan bahwa diatom yang ditemukan pada meteor berasal dari jenis ganggang, tanaman hidup mikroskopis, spesies air tawar yang ditemukan di Bumi. Dan Wickramasinghe tidak menyangkal bahwa sampel meteor yang dianalisa mengandung diatom air tawar. Akan tetapi,.. ada setengah lusin spesies yang belum mampu diidentifikasi ahli diatom.

Bukti mikroskopis pada sampel meteor jatuh di Sri Lanka tentunya berdampak provokatif, tapi apakah benar-benar membuktikan adanya kehidupan di luar bumi?
Sumber
Galery Berita Unik Dan Menarik
Galery Berita unik dan Menarik Updated at: 2/06/2013 01:53:00 PM

Planet Theia, Benda Besar Yang Menabrak Bumi

Hipotesis Theia” menyebutkan, dahulu ada sebuah planet seukuran Mars yang disebut planet Theia mengorbit di tata surya Bima sakti. Planet ini kemudian disebut Titan pada zaman Yunani kuno yang melahirkan Dewi bulan, Selene.

Hipotesis ini menceritakan tentang terbentuknya Bulan sekitar 4.5 milyar tahun lalu. Dalam dua studi yang saya menemukan teori bulan yang menyatakan bahwa Bulan memiliki komposisi yang mirip dengan Bumi, begitu juga hipotesis Paradox Lunar yang menjelaskan tentang akibat dan perhitungan kecepatan tabrakan antara planet Theia dan Bumi.

Planet Theia Penyebab Penciptaan Bulan
Planet Theia terbentuk di sekitar orbit yang sama dengan Bumi, tetapi sekitar 60 derajat ke depan atau belakang. Ketika protoplanet berkembang menjadi seukuran Mars, ukurannya justru membuat planet Theia terlalu berat agar mengorbit dan tetap stabil. Akibatnya jarak sudut Bumi semakin bervariasi hingga akhirnya menabrak Bumi.

Tabrakan ini diperkirakan terjadi sekitar 4.533 milyar tahun yang lalu ketika planet Theia menghantam Bumi pada sudut miring dan menghancurkan planet Theia selama proses tabrakan. Mantel planet Theia dan sebagian besar mantel silikat Bumi terdorong ke ruang angkasa, bagian kiri atas bahan planet Theia tercampur dengan bahan-bahan dari Bumi dan akhirnya membentuk Bulan.

Penelitian terakhir yang memvalidasi hipotesis ini menunjukkan bahwa inti planet Bumi dan inti Bulan mengandung bahan isotop silikon yang sama, yang mendukung bahwa keduanya berasal dari satu planet hingga bencana besar memisahkannya.

Para ilmuwan Universitas Oxford, Universitas California dan Swiss Federal Institute of Technology membandingkan isotop silikon dari batuan bumi, serta bahan-bahan lain dari sistem tata surya Bima Sakti seperti bahan dari meteorit.

Sekitar 2,900 kilometer ke dalam bumi (belum mencapai setengah jalan ke pusat Bumi) terdapat mantel dan kerak.

Sebagian besar terbentuk dari silikat, senyawa silikon, oksigen, dan elemen lainnya. Kemudian lebih dalam dari garis itu merupakan bahan besi padat logam yang membentuk inti bumi.

Tim ini menemukan bahwa isotop lebih berat dari sampel yang diambil dari silikat Bumi. Mereka menemukan bahwa Mars, asteroid Vesta dan berbagai chrondites atau meteorit primitif yang pernah dibentuk core ainner, tidak mengandung unsur tersebut meskipun mereka memiliki inti besi.

Bahan yang jauh lebih kecil daripada Bumi (sekitar seperdelapan) sehingga tidak memiliki cukup massa menghasilkan tekanan yang diperlukan untuk membentuk inti yang sama seperti yang ditemukan di planet Bumi.

Di sisi lain para peneliti menemukan bahwa Bulan menunjukkan komposisi yang sama dari komposisi isotop silikon berasal dari planet Bumi. Namun jauh lebih kecil daripada Bumi atau sekitar 1/50 dan sekitar satu persen dari massa bumi, bahkan cenderung mampu menghasilkan tekanan yang cukup untuk membentuk mirip besi inti Bumi.

Para peneliti berpendapat bahwa Bulan memang terbentuk saat bencana raksasa akibat planet Theia yang berukuran besar selama pengembangan awal terbentuknya Bumi. Dampaknya cukup besar terhadap bahan-bahan yang akhirnya membentuk Bulan tercampur dengan bahan-bahan dari bumi yang sudah memiliki komposisi silikon berat.

Dalam Jurnal Nature yang dirilis mereka, menyatakan bahwa komposisi isotop seperti silikat Bumi dan Bulan konsisten dengan usulan baru-baru ini, ada isotop skala besar selama dampak tabrakan.

Penelitian ini merupakan jenis yang pertama menggunakan isotop dan menawarkan wawasan menarik ke dalam penciptaan planet Mars, planet Bumi, dan Bulan. Hal ini juga dapat membantu menjelaskan bagaimana kehidupan berevolusi di Bumi, dan membuktikan apakah ada (atau tidak mungkin) peradaban masa lalu di Mars.

Hipotesis Paradox Lunar Libatkan Planet Theia
Sekelompok peneliti dari Universitas Bern-Swiss telah membuat terobosan signifikan dalam kisah pembentukan Bulan, menunjukkan jawaban tentang Paradox Lunar.

Mereka menjelajahi geometri yang berbeda dari simulasi tabrakan planet Theia sebelumnya dan mempertimbangkan konfigurasi baru tentang dampak tabrakan (dikenal ‘Hit and Run’) di mana sebagian besar bahan yang hilang ke ruang angkasa pada orbit terikat/tertarik ke Bumi.

Tidak ada simulasi yang disajikan dalam penelitian ini, mereka hanya menjelaskan sebab & kendala dari sistem Bumi dan Bulan. Artikel planet Theia dan Bumi ‘A hit-and-run Giant Impact Scenario’ ditulis Andreas Reufer, Matthias MM Meier, Willy Benz, Rainer Wieler, yang diterbitkan Elsevier.

Andreas Reufer menyatakan bahwa model ini mempertimbangkan parameter dampak baru yang tidak pernah diuji sebelumnya. Selain implikasi sistem planet Bumi dan Bulan, kecepatan tabrakan planet Theia jauh lebih tinggi dan membuka kemungkinan baru tentang asal penabrak, dan pembentukan planet terestrial.
Sumber
Galery Berita Unik Dan Menarik
Galery Berita unik dan Menarik Updated at: 2/06/2013 01:44:00 PM

Minggu, Februari 03, 2013

Wow, Ilmuwan Temukan Danau Es di Planet Mars

Danau es ditemukan di planet Mars oleh para ilmuwan, Badan Antariksa AS, NASA, baru-baru ini menemukan sebuah danau es yang mengering di bawah tanah planet Mars. Danau es tersebut mengandung karbon dioksida lebih besar daripada yang diperkirakan ilmuwan sebelumnya. Material karbon dioksida yang tersisa itu diduga oleh ilmuwan berasal dari bekas lapisan atmosfer Mars di masa lampau saat planet Merah itu memiliki kondisi yang kondusif untuk kehidupan.

"Ini benar-benar harta karun," kata Jeffrey Plaut, seorang ilmuwan yang bekerja di NASA Jet Propulsion Laboratory, dalam laporannya yang muncul di jurnal Science, seperti dikutip Pravda.ru, Sabtu 23 April 2011. "Kami menemukan sesuatu di bawah tanah yang tidak pernah disadari oleh siapapun sebelumnya," tandas Plaut.

Temuan ini ditangkap pertama kali oleh radar observasi milik NASA, Mars Reconnaissance Orbiter, yang melayang di atas permukaan Mars. Radar antariksa ini merupakan radar yang diciptakan khusus untuk mencari tahu petunjuk tanda-tanda kehidupan di Mars.

LinkDanau es itu berukuran 3.000 kilometer kubik, atau setara volume Danau Superior. Ia menampung karbon dioksida sangat besar, hingga dua kali massa atmosfer Mars. Jika dibandingkan dengan Bumi, atmosfer Mars memiliki tekanan permukaan kurang dari 1 persen. Dan, sekitar 95 persen udara di Mars adalah karbon dioksida, dibandingkan Bumi hanya memiliki 0,04 persen CO2.

"Kami sudah tahu bahwa ada karbon dioksida di atas sisa es kecil di permukaan Mars. Tapi, yang satu ini volumenya 30 kali lipat lebih banyak ketimbang perkiraan sebelumnya," ujar Roger Philips, ilmuwan lain yang berasal dari Southwest Research Institute di Colorado dan juga menjabat sebagai wakil ketua tim untuk radar Mars Reconnaissance Orbiter.
Sumber
Galery Berita Unik Dan Menarik
Galery Berita unik dan Menarik Updated at: 2/03/2013 07:07:00 AM

Kamis, Januari 31, 2013

Masihkah Berlaku Sombong setelah melihat ini ?

Sungguh Maha Besar, Melihat Ciptaan-Nya saja Kita tidak mampu apalagi Melihat Allah SWT, Renungkanlah bahan bacaan di bawah ini semoga kita terhindar dari Perbuatan Sombong. Sesungguhnya kita Sangat Kecil di Mata ALLAH SWT.
Tim unikaneh.com mendapatkan beberapa gambar mengenai perbandingan ukuran bumi, diantara beberapa bagian di jagat raya ini.

Gambar menunjukkan besar bumi dibandingkan dengan planet2 yang ukurannya lebih kecil, yaitu : Venus, Mars, Mercury, dan Pluto.

Lalu kita lihat gambar di bawah ini…

Ini bumi dibandingkan dengan planet2 yang lebih besar.. Ada Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.

Selanjutnya…

Perhatikan Bumi apabila dibandingkan dengan Matahari.

Next…

Apabila dibandingkan dengan Arcturus, Matahari saja sudah terlihat sangat kecil, apalagi Bumi.
Sampai sini…

Dengan perbandingan diatas tadi, setidaknya kita menjadi sadar betapa kecilnya bumi, apalagi kita sebagai penghuninya. Terbayang jelas jagat raya yang sangat besar pada gambar skala-skala diatas. Bumi kita tidak kelihatan lagi di sini , bahkan matahari hanya sebesar debu

Antares adalah bintang ke-15 yang paling terang di angkasa. Sebenarnya masih banyak yang lebih besar lagi dari Antares, tapi belum ada bukti dan bahkan satelit huble tercanggihpun belum bisa memotretnya.

ane sempat berpikir juga… Siapakah kita…?
Layakkah kita sombong dihadapan ALLAH ?
Apakah tujuan hidup kita…?
Apa yang membuat hidup kita, manusia, berharga, mulia dihadapan ALLAH…?

Bumi saja yang menurut kalian besarnya cuma setitik, gimana kalian yang sangat kecil??? jadi.. tidaklah pantas manusia berjalan di atas muka bumi ini dengan sombong terhadap sesama makhluk Allah, apalagi berlaku sombong terhadap Penciptanya, Yang Maha Besar, Allah SWT.
Dan disini matahari sudah tak terlihat, bagaimana dengan bumi..?
Sumber
Galery Berita Unik Dan Menarik
Galery Berita unik dan Menarik Updated at: 1/31/2013 10:11:00 AM

Kamis, Januari 24, 2013

10 Fenomena Paling Ekstrim di Tata Surya

Selama beberapa dekade, astronom telah menggunakan teleskop untuk menguraikan kondisi atmosfer di planet yang jauh. Dan menyimpulkan fakta bahwa kita bersyukur telah tinggal di bumi ini. Inilah Fenomena-Fenomena Paling Ekstrim di Tata Surya Kita

10. Serious Lightining (Petir Terparah)

Pesawat ruang angkasa NASA Cassini telah melihat sebuah badai listrik di Saturnus yang lebih besar daripada badai listrik daratan Amerika Serikat , dengan kilatan petir yang 1.000 kali lebih kuat daripada di Bumi.
Badai petir yang membentang 2.175 mil (3.500 kilometer) dari utara ke selatan dan memancarkan suara radio yang sama dengan yang dihasilkan di bumi.

9. Hot Crush (Panas Penghancur)

Sesuai namanya,. venus merupakan tempat terpanas di tata surya kita. dengan suhu sekitar 750 Kelvin dan memiliki tekanan 90 kali di bumi ini akan membuat setiap pengunjung akan hancur (crush).
Ilmuwan menyebutkan bahwa hal ini terjadi karena adanya efek rumah kaca yang berlebihan dari awan sulfat yang menutupi langit-langit venus. Maka jadilah efek rumah kaca yang besar dan menyebabkan hal ini.

8. Methane Moon (Bulan Metana)

Pesawat ruang angkasa Cassini Huygens menemukan bukti kuat diantara hujan deras metana cair yang terjadi di bulan nya saturnus “Titan”. Dan mungkin “air” yang ada di bulan adalah metana juga karena pada suhu dingin Titan (94 derajat Kelvin) air pun akan dikurung seperti es.

7. Scarlet Rain (Hujan Merah)

Pada musim panas 2001, setidaknya 50 ton partikel merah jatuh di Kerala, India dan terus berlangsung selama hampir dua bulan bersama hujan. Ternyata benda merah berkarat ini termasuk partikel dari badai debu dan sel-sel biologis yang berasal dari luar angkasa (bakteri sejenis itu mksdnya).
Dalam edisi bulan April jurnal Astrophysics and Space Science, ilmuwan dari Mahatma Gandhi University melaporkan bahwa partikel memiliki penampilan sel-sel biologis, dapat bereproduksi di suhu mendesis, dan tidak memiliki kesamaan dengan partikel debu.


6. Planet Popsicle (planet es)

Pluto yang sekarang tidak di anggap planet ke 9 dalam tata surya ini memiliki fakta bahwa sinar matahari yang di dapat pluto di bandingkan bumi adalah sekitar 1:1000 tahun dan menyebabkan planet ini terdiri dari es beku yang terdiri dari nitrogen, metana dan karbon dioksida dengan suhu berkisar antara minus 387 hingga minus 369 Fahrenheit (40-50 derajat Kelvin).

5. Windy World (Dunia Angin)

Di Neptunus ditemukan gemuruh angin yang bertiup lebih banyak dan kuat daripada yang ada di Bumi, mencapai 1.500 mph (2.414 kph). Seiring dengan rotasi planet yang cepat (sekitar 16 jam) sehingga menyebabkan konveksi panas-dingin yang cepat juga, lalu dapat mempengaruhi kecepatan angin dan menciptakan kecepatan yang melebihi kecepatan angin di bumi

4. Freeze Frame(rangka es)

Suhu di Uranus bisa mencapai di bawah minus 300 derajat Fahrenheit (89 Kelvin). Uranus memiliki rotasi 17 jam namun revolusi yang mencapai 84 tahun menyebabkan musim (ekstrim) akan lama berganti. Kadang-kadang kondisinya bisa begitu dingin sehingga gas metana di atmosfer mengembun menjadi metana kristal-awan.

3. Close Encounter (Tabrakan Badai Terbesar)

Dua bintik bulatan di planet jupiter diatas adalah badai yang sedang mengamuk di planet tersebut. Dari ukuran badainya saja dapat kita ketahui. Yang besar dinamakan the great Red Spot, badai yang lebih dari dua kali lipat lebar Bumi dengan 350-mph ((563 kph) angin dan yang kecil (badai) di namakan Red Jr.
Walaupun tidak sepenuhnya dipahami, para ilmuwan berpikir warna merah berkorelasi dengan intensitas badai-angin lalu membangkitkan senyawa kimia dari bawah awan dan mengangkat mereka ke tempat yang tinggi, ditambah sinar ultraviolet sehingga menghasilkan rona bata.

2. Dust Buster (Pelebur Debu)

Mars diketahui telah menghempaskan badai debu yang melanda seluruh belahan mars. Debu berwarna karat ini dapat tertiup dengan kecepatan 60-100 mph (97-161 kilometer) per jam, yang berlangsung selama berminggu-minggu.
Begitu dimulai, kabut tak tertembus ini dapat menyelimuti lebih dari separuh planet, meningkatkan suhu 30 derajat Celcius di belahan mars.

1.Iron rain (Hujan Besi)

Disebut “bintang gagal”, planet brown dwarf ini adalah planet yang baru ditemukan di tata surya kita. Warna cokelat menandakan bahwa planet ini memiliki unsur ferum (besi) yang tinggi.
Planet ini memiliki badai seperti yang ada di jupiter dan menghempaskan besi-besi ke permukaan nya. Brown dwarf ini semakin dingin dari waktu ke waktu, molekul gas mengembun menjadi cairan besi-besi awan dan hujan.
Dengan pendinginan lebih lanjut, badai besar menyapu menjauh awan, membiarkan cahaya inframerah terang tersebar ke luar angkasa.
Sumber
Galery Berita Unik Dan Menarik
Galery Berita unik dan Menarik Updated at: 1/24/2013 09:38:00 PM

Selasa, Januari 15, 2013

Wow, Inilah Galaksi Spiral Terbesar di Jagad Raya

Galaksi Bimasakti tempat bumi berada masih kalah besar dengan galaksi yang satu ini, galaksi spiral atau NGC 6872. Besarnya 5 kali lipat Bimasakti.

Galaksi ini terletak pada jarak 212 juta tahun cahaya dari Bumi di konetlasi Pavo. Jarak antar dua lengan pada galaksi ini mencapai 522.000 tahun cahaya, sementara pada Bimasakti hanya 100.000 tahun cahaya.

NGC 6872 sebelumnya telah dikategorikan sebagai salah satu galaksi spiral tersebut. Namun, bukti bahwa galaksi itu merupakan yang terbesar baru diperoleh setelah astronom melakukan observasi dengan Galaxy Evolution Explorer spacecraft (GALEX).

"Tanpa kemampuan GALEX mendeteksi cahaya ultraviolet dari bintang muda dan panas, kita tak bisa mengetahui keseluruhan sistem yang menarik ini," kata Rafael Eufrasio dari Goddard Space Flight Center, Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional Amerika Serikat (NASA).

Simulasi komputer menunjukkan, NGC 6872 memiliki ukuran dan bentuk luar biasa karena interaksinya dengan galaksi tetangga, IC 4970. Galaksi itu hanya punya 20 persen massa NGC 6872. Sekitar 130 juta tahun lalu, dua galaksi berada pada posisi terdekat, mempengaruhi aktifitas NGC 6872.

Hasil riset seperti diberitakan Space, juga mengungkap bahwa bar di spiral NGC 6782 memiliki radius yang besar, mencapai 26.000 tahun cahaya. Sejauh ini, tak ada aktifitas pembentukan bintang di wilayah itu. Artinya, struktur itu terbentuk miliaran tahun lalu.

Eufrasio mengumumkan hasil risetnya pada ajang American Astronomy Society ke 221 di Amerika Serikat.
Sumber
Galery Berita Unik Dan Menarik
Galery Berita unik dan Menarik Updated at: 1/15/2013 01:29:00 PM

Berapa Lama Untuk Mencapai Mars dari Bumi?

Planet Mars merupakan salah satu objek langit yang bisa dilihat dengan mata telanjang di malam hari yang cerah. Setiap dua tahun sekali, Mars dan Bumi saling mendekati satu sama lain. Hal itu disebut dengan Opposition, yaitu saat Mars berada lebih dekat 55 juta km dari Bumi.

Waktu yang diperlukan bagi sebuah wahana untuk menempuh perjalanan dari Bumi ke Mars berkisar antara 150-300 hari tergantung pada kecepatan peluncuran, penyelarasan Bumi dan Mars, dan panjang jarak dari perjalanan tersebut untuk mencapai target.

Pesawat atau wahana pertama buatan manusia yang pergi ke Mars yaitu Marine 4 yang diluncurkan pada 28 November 1964 dan sampai di Mars pada 14 Juli 1965. Marine 4 berhasil mengambil 21 foto. Total waktu penerbangan adalah 228 hari

Kesuksesan tersebut diikuti oleh Marine 6 yang diluncurkan pada 25 Februari 1969 dan sampai di Mas tanggal 31 Juli 1969. Waktu penerbangan hanya 156 hari. Marine 7 juga berhasil sampai di Mars dengan waktu tempuh hanya 131 hari.

Marine 9 sebagai satelit pertama yang berhasil masuk ke orbit Mars diluncurkan pada 30 Mei 1971 dan sampai pada 13 November 1971 dengan waktu tempuh 167 hari.

Dari situlah perkiraan lamanya waktu tempuh ke Mars antara 150-300 hari. Namun ada juga yang bisa lebih lama dari 300 hari. Berikut ini contohnya:

1. Viking 1 (1976) = 335 hari
2. Viking 2 (1976) = 360 hari
3. Mars Reconnaissance Orbiter (2006) = 210 hari
4. Phoenix Lander (2008) = 295 hari
5. Curiosity Lander (2012) = 253 hari

Dikutip dari universetoday.com, dengan kecepatan roket 20 ribu km per jam maka lamanya waktu tempuh seharusnya bisa 115 hari. Tapi kenapa bisa sampai 1 tahun? Hal ini disebabkan tidak bisa menempuh garis lurus untuk menuju ke sana.

Bumi dan Mars yang mengorbit matahari selalu bergerak dan berpindah posisi. Sehingga wahana atau roket tersebut perlu mengikuti ke mana posisi planet tujuannya.

Kendala lainnya adalah bahan bakar. Dibutuhkan jumlah bahan bakar yang sangat banyak dan itu cukup menyulitkan. Karena itulah ilmuwan NASA menggunakan sebuah metode yang disebut dengan Hohmann Transfer Orbit atau Minimum Energy Transfer Orbit. Hal itu bertujuan untuk mengirim pesawat luar angkasa dari Bumi ke Mars dengan kebutuhan bahan bakar seminim mungkin.

Metode ini diperkenalkan pertama kali oleh Walter Hohmann pada tahun 1925. Wahana yang diluncurkan akan mengrobit dengan lintasan yang lebih panjang dari pada lintasan Bumi mengelilingi Matahari untuk kemudian akan bertemu dengan orbit Mars di saat yang bersamaan. Hal itu tentunya bisa lebih cepat dan lebih hemat.

Saat ini para insinyur NASA juga tengah mengembangkan mesin roket yang lebih canggih untuk kegiatan eksplorasi planet yang lebih jauh lagi.
Sumber
Galery Berita Unik Dan Menarik
Galery Berita unik dan Menarik Updated at: 1/15/2013 12:08:00 PM

Ahli Temukan Bumi Kedua di Tata Surya Asing


Sistem yang memiliki susunan seperti tata surya kita ditemukan seribu tahun cahaya dari Bumi. Temuan ini menawarkan potensi tempat hidup.

Di tata surya ini, sekelompok planet memiliki susunan serupa tata surya kita. Demikian dikatakan Dr Roberto Sanchis-Ojeda dari Massachusetts Institute of Technology, AS,seperti dikutip Dailymail.

Pada tata surya kita, khatulistiwa matahari dan planet berada pada posisi hampir sejajar, paparnya. Bedanya, di tata surya asing ini, hanya ada tiga planet sedangkan di tata surya manusia ada delapan planet.

Sistem yang diberi nama Kepler-30 ini diketahui aktif secara magnetis dan tertutup bintik bintang.

“Barisan planet ini menawarkan pandangan pada masa depan sains planet luar,” tutup Drake Deming dari University of Maryland, AS.
Sumber
Galery Berita Unik Dan Menarik
Galery Berita unik dan Menarik Updated at: 1/15/2013 12:05:00 PM

Sebuah Objek Tertangkap Sedang Mengisi Bahan Bakar dari Matahari

Ilmuwan berspekulasi jika matahari kita bisa saja berfungsi sebagai stasiun bahan bakar. Spekulasi ini muncul setelah teleskop NASA berhasil mengabadikan kejadian langka dimana sebuah obyek ruang angkasa mengisi bahan bakar dari matahari.

Teleskop NASA menangkap gambar sebuah objek gelap berukuran planet sedang melintasi matahari dan sebuah benda seperti selang terlihat memanjang dari objek tersebut ke arah matahari.

Objek ini kemudian tenggelam dalam cahaya matahari kemudian menghilang ke ruang angkasa yang gelap. Video yang direkam oleh Solar Dynamics Observatory milik NASA ini menunjukkan bahwa objek gelap itu adalah sebuah bintang mati, bintang yang tak lagi memancarkan cahaya karena kehabisan bahan bakar.

Saat melewati matahari, bintang mati ini terlihat gelap karena suhunya lebih dingin daripada semburan korona matahari. Gravitasi bintang mati ini membuat sebagaian massa matahari ditarik, sehingga terlihat seperti sebuah selang memanjang.

Kejadian langka yang berhasil terekam kamera ini membuat munculnya teori baru bahwa bintang yang telah mati bisa saja hidup kembali setelah mengisi cukup banyak bahan bakar yang diambil dari bintang lain.

Berikut ini videonya :

Sumber
Galery Berita Unik Dan Menarik
Galery Berita unik dan Menarik Updated at: 1/15/2013 12:01:00 PM

Planet Tersesat Tanda Kiamat Makin Dekat?

Teori Planet X atau Nibiru, planet yang mengorbit tidak teratur dan akan datang menabrak bumi semakin santer terdengar karena penemuan di dunia astronomi.

Mungkinkah ancaman itu semakin dekat? Tidak ada yang bisa menjawab pasti. Yang jelas, keberadaan planet "tersesat" itu semakin banyak.

Fakta menarik: Sebagian astronom berpendapat bahwa banyaknya planet "sendirian" ini dua kali lipat banyaknya bintang di Galaksi kita, sedangkan astronom yang lain berkata ada sekitar 100.000 kali lipat!

Apa yang dimaksud planet sendirian atau mengambang bebas? Ini adalah planet yang berkelana sendirian di luar angkasa tanpa bintang induk. Mungkinkah planet seperti ini ada? Menurut definisi extrasolar planet, keberadaan planet yang mengembara sendiri ini memang memungkinkan.

Planet pengelana tersebut merupakan obyek mengambang bebas dalam gugus bintang muda dengan massa kurang dari batas massa terjadinya reaksi fusi termonuklir deutrium. Pada awalnya para astronom masih mendefinisikan obyek ini bukanlah sebuah planet melainkan sub-katai coklat.

Apakah katai coklat? Yakni substansi yang gagal membentuk bintang, atau singkatnya bintang gagal terkecil.

Planet mengambang bebas merupakan obyek yang berkeliaran sendirian di angkasa tanpa terikat dengan bintang apapun. Sebenarnya contoh keberadaan planet seperti ini pernah ditemukan sebelumnya. Sejumlah kandidat planet mengambang bebas pernah ditemukan semenjak pertama kali dikenal pada tahun 1990. Tapi di tahun 1990, yang ditemukan bukanlah sebuah exoplanet melainkan sebuah katai coklat yang melintas batas massa planet sehingga sulit dipastikan obyek ini sebuah katai coklat si bintang “gagal” ataukah planet.

Penemuan Planet Yatim Piatu

Di tengah era penemuan planet baru, para astronom berhasil menemukan obyek yang diberi nama CFBDSIR2149. Nama ini berasal dari akronim Canada-France Brown Dwarfs Survey (CFBDS) sebuah proyek berburu katai coklat dingin.

CFBDSIR2149 yang baru ditemukan tersebut, diperkirakan merupakan bagian dari aliran bintang muda di dekatnya yang dikenal sebagai kelompok berpindah AB Doradus. Para astronom berhasil menemukan obyek tersebut menggunakan teleskop Canada-France-Hawaii dan VLT milik ESO untuk memeriksa sifat-sifatnya atau propertinya.

Kelompok bergerak AB Doradus merupakan kelompok terdekat dari Tata Surya untuk kelompok yang sejenis dan merupakan kelompok 30 bintang yang bergerak bersama melintasi angkasa. Semua bintang di dalam kelompok bergerak AB Doradus terbentuk dari materi yang sama pada saat yang sama. Jika obyek yang baru ditemukan tersebut memiliki hubungan dengan kelompok bergerak AB Doradus maka ia merupakan obyek yang masih muda dan sangat memungkinkan bagi para astronom untuk mengetahui lebih banyak cerita dari obyek tersebut. Para astronom bisa mengetahui temperatur, massa dan atmosfer penyusun si obyek CFBDSIR2149.

Analisa statistik dari gerak proper CFBDSIR2149 menunjukkan perubahan sudut posisi di angkasa setiap tahunnya. Dari sinilah diketahui kalau CFBDSIR2149 87% memiliki hubungan dengan Kelompok Bergerak AB Doradus.

CFBDSIR2149 diduga terbuang dari kelompok bergerak AB Doradus diperkirakan memiliki massa sekitar 4-7 massa Jupiter dengan temperatur efektif 430º C. Ia juga diperkirakan terbentuk 50 – 120 juta tahun lalu bersama bintang-bintang di AB Doradus.

Permasalahan akan muncul kalau ternyata CFBDSIR2149 tidak memiliki hubungan dengan Kelompok Bergerak AB Doradus, karena tentunya akan jadi lebih sulit untuk mengetahui asal mulanya dan semua sifat-sifat. Jika demikian bisa jadi si CFBDSIR2149 justru digolongkan sebagai bintang katai coklat kecil. Kedua skenario yang ada jelas merepresentasikan pertanyaan penting bagaimana sebuah planet dan bintang terbentuk serta perilaku mereka.

Adakah salah satunya yang terlihat mulai mengancam bumi?
Sumber
Galery Berita Unik Dan Menarik
Galery Berita unik dan Menarik Updated at: 1/15/2013 11:57:00 AM

Senin, Januari 14, 2013

7 planet pemegang rekor guinnes angkasa

Planet-planet di luar angkasa begitu banyak jumlahnya. Ada yang sangat besar ukurannya, ada yang kecil, ada yang tertua, ada yang termuda, ada yang terdingin, ada yang terpanas dan lain-lain. sungguh beragam sekali ya. Info kali ini ada hubungannya dengan planet, jadi sudah tentu akan membahas planet.

     Planet-planet di angkasa raya (NASA / Daily Mail)

Berikut informasi seputar 7 planet pemegang rekor guinness angkasa :

Dalam 50 tahun terakhir, teleskop yang dimiliki manusia kian besar dan canggih. Manusia pun dimampukan menjelajah dan mempelajari sedikit demi sedikit benda-benda langit tetangga Bumi, tempat kita tinggal.
Para astronom pun sudah menemukan dan mempelajari planet-planet di luar sana dengan karakter yang unik.

Laman berita Dailymail kemudian membuat versi 'Guinness Book of Records' angkasa raya. Berikut para pemenangnya:

1. Planet Tercepat
Gelar ini diberikan kepada planet SWEEPS-10 yang terbang di sekitar bintangnya pada jarak hanya 740.000 mil, sekitar tiga kali jarak bulan dari bumi. Artinya, setahun berlangsung hanya 10 jam!

2. Planet Terbesar
Planet TrES-4 memiliki besar 1,7 kali planet 'goliat' di tata surya kita, Yupiter. Yupiter sendiri memiliki diameter 149.980 kilometer.

Planet ini juga dijadikan kandidat planet paling aneh. Sebab, planet ini tergolong ringan untuk ukuran tubuh yang besar. Hal ini disebabkan komposisi planet yang memiliki kepadatan seperti gabus.

Georgi Mandushev dari Observatorium Lowell di Arizona, mengatakan: "Kepadatan rata-rata planet ini hanya sekitar 0,2 gram per sentimeter kubik. Kerapatannya seperti kerapatan kayu balsa."

3. Planet Tertua
Planet Methusela sejauh ini dinobatkan sebagai planet tertua. Planet dengan nama asli PSR B1620-26 b itu disebut sebagai kakek dari antariksa, karena terbentuk sekitar 12,7 miliar tahun yang lalu. Atau, 8 miliar tahun lebih tua dibanding Bumi. Methusela terbentuk hanya dua miliar tahun setelah peristiwa Dentuman Besar atau Big Bang.

4. Planet Termuda
Dan, planet paling muda masih dipegang planet belum bernama. Planet yang mengorbit pada bintang Coku Tau itu diperkirakan berusia kurang dari sejuta tahun. Jarak planet 'bayi' ini relatif dekat dengan Bumi, 420 tahun cahaya.

5. Planet Terpanas
Planet paling panas yang pernah ditemukan manusia adalah WASP-12b. Planet gas ini memiliki suhu permukaan 2.200 derajat Celcius. Besar planet ini pun bisa jadi pesaing planet terbesar, karena hampir dua kali Yupiter.

6. Planet Terdingin
Planet terdingin jatuh kepada planet OGLE-BLG-390L. Dengan massa lima kali Bumi, planet ini memiliki suhu permukaan minus 220 derajat Celcius. Planet bebatuan ini bisa juga jadi planet terjauh yang pernah ditemukan manusia dengan jarak 28 ribu tahun cahaya.

7. Planet Terkecil
Ada planet terbesar, maka ada pula planet terkecil, non-tata surya. Gelar terakhir ini diberikan kepada Kepler-10b. Dengan besar 1,4 kali Bumi, planet ini berjarak 560 tahun cahaya.
vivanews
Galery Berita Unik Dan Menarik
Galery Berita unik dan Menarik Updated at: 1/14/2013 09:31:00 PM

Jumat, Januari 11, 2013

Inilah Tornado yang Terjadi di Permukaan Matahari, Besarnya 5 Kali Bumi

Tornado merupakan peristiwa alam mematikan yang benar-benar dahsyat di Bumi. Miliaran dolar uang setiap tahunnya dikerahkan untuk membantu kerusakan properti. Tetapi, tornado tersebut masih belum apa-apa ketimbang tornado raksasa jenis baru ini.

Menurut laporan situs Today In Tech, Jumat (30/3), Para ilmuwan, baru-baru ini, menemukan supertornado raksasa di permukaan Matahari yang berukuran lima kali lebih besar dari planet kita sendiri. Gas yang berputar-putar itu ditemukan oleh satelit Solar Dynamic Observatory di NASA pada September 2011.



Kabar tentang keberadaan tornado ini telah disampaikan dalam Pertemuan Astronomi Nasional 2012, Kamis (29/3), di Inggris. Dengan kecepatan angin di 186.000 mil per jam, tornado ini benar-benar membuat badai di Bumi terlihat jauh lebih kecil. Badai Terestrial tidak sama persis mendapatkan panas seperti tornado raksasa ini. Suhu Badai surya ini berkisar antara 90.000 dan 3,6 juta derajat Fahrenheit.

Sementara para ilmuwan sudah banyak meneliti tornado matahari besar di masa lalu, yang satu ini merupakan yang terbesar dan mudah diamati. Penyebab badai ini diyakini karena perputaran medan magnet Matahari.

Sumber
Galery Berita Unik Dan Menarik
Galery Berita unik dan Menarik Updated at: 1/11/2013 11:29:00 AM