Selasa, September 22, 2015

Misteri Besar Danau Purba di Kawasan Borobudur

Misteri Besar Danau Purba di Kawasan Borobudur

Ternyata di kawasan Candi Borobudur terdapat sebuah danau purba yang memiliki lebar sekitar 8 kilometer sekitar 10 ribu tahun yang lalu atau Kala Plistosen Akhir.
Misteri Besar Danau Purba di Kawasan Borobudur
Danau purba itu hilang akibat mengalami pendangkalan secara alamiah dan intervensi manusia. Pendangkalan danau tersebut dapat diamati dari material penutup endapan danau berupa hasil aktivitas vulkanis, tektonis, dan gerakan massa tanah serta batuan. Material penutup tersebut berupa tanah lempung berwarna hitam yang tersingkap oleh proses geomorfologis.

Dosen Teknologi Mineral UPN Veteran Yogyakarta, Ir. Helmy Murwanto, M.Si., memaparkan keberadaan danau purba di sekitar Candi Borobudur dapat dikenali melalui singkapan endapan danau berupa lempung hitam yang tersingkap.

Endapan danau yang tersingkap ini diakibatkan oleh proses geomorfologi. Sebaran endapan lempung hitam cukup luas itu ditemui di lembah sungai pacet yang berada di kaki Bukit Tidar, Mertoyudan yang diperkirakan sebagai bagian utara danau, hingga mencapai lembah sungai Sileng kaki pegunungan Menoreh sisi selatan danau. Kedua singkapan tersebut mempunyai jarak sekitar 8 kilometer.
Misteri Besar Danau Purba di Kawasan Borobudur
Sedangkan perubahan bentuk danau menjadi dataran lakustrin disebabkan aktivitas tektonik dan longsoran lahan. Pendangkalan tersebut tidak terjadi dalam satu waktu, melainkan bertahap. Keberadaan jalan lurus penghubung antaran Candi Mendut, Pawon, dan Borobudur pun muncul setelah danau mengering sebagian.

Baca : Segitiga Bermuda Menurut Pandangan Islam

Dari hasil penelusurannya, Helmy mengungkap bahwa material penutup danau berasal dari material vulkanik dan sedimen Pegunungan Menoreh. Didukung hasil interpretasi citra satelit, penelitiannya juga menunjukkan beberapa tempat yang menyerupai bekas alur sungai di sekitar Desa Bumisegoro, Pasuruhan, Saitan dan Deyangan, yang berujung ke danau purba tersebut.

Sungai tersebut, kata dia, pernah dimanfaatkan masyarakat sekitar untuk pengairan lahan pertanian. Aliran sungai tersebut mengering akibat pendangkalan dan pengeringan danau.

Berdasarkan pemetaan spasiotemporal, danau ini dibagi menjadi tiga periode yakni Kala Plistosen Akhir, Kala Holosen dan Kala Resen. Pembagian waktu ini didasarkan pada hasil uji umur batuan. Pada masing-masing Kala tersebut mempunyai luasan danau yang sangat berbeda-beda. Kala Plistosen Akhir atau di atas 10 ribu tahun yang lalu. Danau ini sangat luas dan saat itu masih belum terdapat peradaban dan bahkan Candi Borobudur saja belum dibangun
http://updatedunia.blogspot.co.id/
Galery Berita Unik Dan Menarik
Galery Berita unik dan Menarik Updated at: 9/22/2015 07:02:00 AM

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Xpresikan Komentar sobat disini sesuka hati, sesuai dengan Tuntunan Demokrasi dan tanpa menyakiti siapapun yang tak layak disakiti !!!
No Spam
No Life Link
No Sara
No Teror