Sabtu, Maret 22, 2014

FENOMENA TANAMAN GANJA

Adanya tanaman ganja dalam pot bunga yang ditemukan beberapa waktu lalu seperti dilansir oleh beberapa media massa & elektronik sangat memprihatinkan kita semua seperti :


  • Di Jogja jg ditemukan seorang mahasiswa perguruan tinggi swasta yang harus mendekam dalam bui karena kedapatan menanam ganja didalam pot setinggi 70 cm di tempat kostnya.
  • Tahun 2011 DK (22 tahun) adalah seorang mahasiswa PTN di Jogja ditangkap polisi karena menanam ganja dihalaman kontrakannya di Desa Pogung Sleman.
  • Pebruari 2012 BD (32 tahun) seorang pedagang Soevenir asal Tumenggung jateng juga kedapatan menanam pohon ganja dalam pot dikontrakannya.
  • April 2012 TA ( 28 tahun) warga kalasan Sleman Jogjakarta juga kedapatan menanam ganja dalam pot bunga dikontrakannya.

Sementara beberapa hari lalu yang lebih mengejutkan karena ditemukannya tanaman ganja di Lapas II Bone, yang dilakukan oleh warga binaan Lapas, sangat ironi karena tumbuhnya dilingkungan yang seharusnya streril dari berbagai tindakan tak wajar apalagi narkoba.
Sebuah modus baru yang sangat fenomena..!

Dari mana biji/bibit ganja tersebut, bagaimana masuknya sampai menjangkau ke wilayah Jakarta dan lapas kabupaten Bone….?

Sebuah fenomena yang berat bagi Badan narkotika Nasional. Termasuk BNNP Sulsel dan Polda Sulawesi Selatan. Penyalagunaan Narkoba ibarat gunung es….tapi kita bangga atas kerja keras para petugas keamanan yang berhasil mengungkap hal tersebut.

Disisi lain kita juga tidak menutup mata bahwa ada beberapa manfaat dari tanaman ganja

Di Aceh daun ganja menjadi komponen sayur dan umum disajikan

Tumbuhan ganja telah dikenal manusia sejak lama dan digunakan sebagai bahan pembuat kantung karena serat yang dihasilkannya kuat. Biji ganja juga digunakan sebagai sumber minyak.

Dalam penelitian ilmiah dengan metode systematic review yang membandingkan efektifitas ganja sebagai obat antiemetic didapatkan hasil ganja memang efektif sebagai obat antiemetic dibanding prochlorperazine, metoclopramide, chlorpromazine, thiethylperazine, haloperidol, domperidone, atau alizapride, tetapi pengunaannya sangat dibatasi dosisnya, karena sejumlah pasien mengalami gejala efek psikotropika dari ganja yang sangat berbahaya seperti pusing, depresi, halusinasi, paranoid, dan juga arterial hypotension. Jadi penggunaan ganja harus dengan pengawasan dokter ahli.

Tanaman ini ditemukan hampir disetiap negara tropis. Bahkan beberapa negara beriklim dingin pun sudah mulai membudidayakannya dalam rumah kaca.
Di Indonesia, ganja dibudidayakan secara ilegal di Provinsi Aceh. Biasanya ganja ditanam pada awal musim penghujan, menjelang kemarau sudah bisa dipanen hasilnya.
Hasil panen ganja berupa daun beriut ranting dan bunga serta buahnya berupa biji-biji kecil. Campuran daun, ranting, bunga, dan buah yang telah dikeringkan inilah yang biasa dilinting menjadi rokok mariyuana. Kalau bunga betinanya diekstrak, akan dihasilkan damar pekat yang disebut hasyis. .
Indonesia dikenal sebagai produsen extasi nomor 1 didunia, tetapi sebagai pengedar, Indonesia dikenal sebagai pengedar ganja terbesar didunia. Hal tersebut memungkinkan karena ganja dari Indonesia merupakan mariyuana dengan kwalitas no.1 di dunia.
Sumber
Galery Berita Unik Dan Menarik
Galery Berita unik dan Menarik Updated at: 3/22/2014 08:47:00 PM

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Xpresikan Komentar sobat disini sesuka hati, sesuai dengan Tuntunan Demokrasi dan tanpa menyakiti siapapun yang tak layak disakiti !!!
No Spam
No Life Link
No Sara
No Teror